Perkasa di Asia, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.983
Jakarta; Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Mata uang Garuda berhasil menembus level Rp16.983 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mencatatkan kenaikan sebesar 58 poin atau menguat 0,34 persen dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang cenderung bervariasi namun mayoritas berada di zona hijau.
Won Korea (KRW) memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan 0,61 persen, disusul oleh Peso Filipina (PHP) sebesar 0,56 persen, dan Dolar Taiwan (TWD) yang menguat 0,45 persen.
Mata uang tetangga, Ringgit Malaysia (MYR) juga terpantau terapresiasi 0,35 persen, Yuan China (CNY) naik 0,16 persen, serta Dolar Singapura (SGD) yang menguat 0,12 persen. Sementara itu, Yen Jepang (JPY) mencatatkan penguatan tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, Baht Thailand (THB) menjadi salah satu yang melemah dengan koreksi 0,09 persen, sedangkan Dolar Hongkong (HKD) dan Rupee India (INR) terpantau stagnan.
Kondisi Mata Uang Eropa
Berbeda dengan mayoritas mata uang Asia, pergerakan mata uang negara-negara Eropa terhadap dolar AS terpantau bergerak campuran (mixed).
Mata uang Euro (EUR) dan Pound Sterling (GBP) masing-masing mengalami pelemahan tipis sebesar 0,1 persen dan 0,07 persen.
Namun, penguatan masih terlihat pada Franc Swiss (CHF) sebesar 0,2 persen, Krona Swedia (SEK) 0,15 persen, serta Krona Denmark (DKK) yang naik 0,08 persen.
Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan ini mencerminkan dinamika pasar global yang sedang mencari titik keseimbangan baru terhadap greenback (dolar AS) di awal kuartal kedua tahun 2026.(*)
