Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Teheran Jatuhkan Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat

Teheran: Konflik Meluas: Iran Klaim Kemenangan Udara, Israel Hancurkan Infrastruktur Lebanon
Teheran Jatuhkan Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat

Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik kritis baru setelah militer Iran mengklaim telah menjatuhkan dua pesawat jet tempur Amerika Serikat pada Sabtu 4 April 2026. 

Insiden ini menandai keterlibatan langsung yang drastis dalam peta konflik regional yang kian membara.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa satu pesawat tempur jatuh di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, sementara satu pesawat lainnya jatuh di kawasan Teluk. 

Menurut laporan mitra BBC, CBS News, upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran tengah dilakukan untuk awak pesawat F-15 AS yang jatuh di Iran selatan. Satu awak pesawat dilaporkan telah berhasil diselamatkan, sementara nasib kru lainnya masih belum diketahui.

Pesawat F-15E Angkatan Udara AS, model yang sama dengan yang telah dijatuhkan di atas wilayah Iran. (Foto: Joe Giddens/PA)

Eskalasi di Medan Udara

Ketegangan meningkat saat operasi penyelamatan berlangsung. Laporan CBS menyebutkan bahwa dua pesawat Amerika lainnya, termasuk jet serang A-10 Warthog dan sebuah helikopter, sempat berada di bawah serangan artileri saat mencoba mengevakuasi pilot F-15 tersebut.

"Ini adalah kasus pertama yang diketahui di mana jet tempur AS ditembak jatuh di atas wilayah Iran selama konflik ini berlangsung," tulis koresponden asing dalam analisisnya, menanggapi klaim sebelumnya bahwa wilayah udara Iran dapat ditembus tanpa perlawanan.

Reruntuhan Pesawat F-15E Angkatan Udara AS, yang telah dijatuhkan di atas wilayah Iran. (Foto: Joe Giddens/PA)

BBC Verify juga telah mengonfirmasi keaslian video yang menunjukkan sebuah pesawat AS yang dikawal oleh dua helikopter di atas Provinsi Khuzestan, sesaat sebelum media pemerintah Iran mengklaim keberhasilan unit pertahanan udara mereka.

Dampak Serangan Balasan

Di Teheran, suasana perayaan menyelimuti jalanan. Pihak militer Iran menyatakan bahwa keberhasilan ini membuktikan kekuatan pertahanan mereka terhadap tekanan Amerika Serikat dan Israel. 

Serangan balik Iran ke wilayah Israel juga dilaporkan memicu kebakaran di kawasan industri Negev selatan, serta kerusakan bangunan di Rosh Haayin dan Petah Tikvah.

Di front berbeda, Israel merealisasikan ancamannya dengan menghancurkan dua jembatan utama di atas Sungai Litani, Lebanon. 

Langkah ini diambil seiring dengan perluasan operasi pendudukan pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa kampanye militer tidak hanya menyasar fisik, tetapi juga kekuatan ekonomi lawan.

"Serangan udara kami telah melumpuhkan 70% kapasitas produksi baja Iran. Israel dan Amerika Serikat akan terus memberikan tekanan maksimal hingga kekuatan mereka benar-benar lumpuh," tegas Netanyahu dalam pernyataan resminya yang dikutip BBC News.

Hingga saat ini, situasi di perbatasan dan wilayah udara regional tetap dalam status siaga tinggi. Komunitas internasional terus memantau live tracker untuk memperbarui angka korban yang terus bertambah di tengah meluasnya titik api peperangan di Timur Tengah.(*)

Hide Ads Show Ads