Diduga Remaja Tewas di Batujaya Karawang Pendukung Persija Jakarta
Karawang : Senior Viking Karawang, Rony Bochung, membantah kabar yang menyebut remaja berinisial AF (15) yang ditemukan meninggal dunia di bantaran Sungai Citarum, Kecamatan Batujaya, merupakan bobotoh atau anggota Viking.(13/5/26).
Rony menegaskan, anggapan tersebut muncul karena korban mengenakan sweater berwarna biru saat ditemukan. Menurutnya, sweater itu bukan atribut Viking maupun Persib.
“Korban disebut bobotoh karena memakai sweater biru. Padahal itu hanya sweater biasa, bukan atribut Viking atau bobotoh,” ujar Rony, Senin kemarin, (11/5/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari keluarga dan teman-teman korban, AF diketahui merupakan pendukung Persija.
“Setelah dicari informasi ke teman-temannya, memang korban sukanya Persija,” katanya.
Rony juga memastikan tidak ada atribut Viking atau Persib pada pakaian maupun aksesori yang dikenakan korban.
“Saya hanya ingin meluruskan bahwa korban bukan bobotoh atau Viking,” tegasnya.
Meski demikian, Rony meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan polisi terkait penyebab kem4tian korban.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Karawang, IPDA Cep Wildan, mengatakan polisi masih menyelidiki kasus penemuan j4sad pelajar asal Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya tersebut.
Jasad korban ditemukan warga bernama Obang Sobari sekitar pukul 10.00 WIB di bantaran Sungai Citarum, Dusun Batujaya, Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Senin (11/5/2026).
“Kami menerima laporan adanya penemuan mayat dari warga. Anggota Polres Karawang bersama Polsek Batujaya dan Unit Identifikasi Satreskrim langsung menuju lokasi untuk olah TKP,” ujar Cep Wildan.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya berpamitan untuk menonton pertandingan Persib melawan Persija pada Minggu (10/5/2026) menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX merah. Namun hingga malam hari korban tidak dapat dihubungi.
Saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup di bawah tanggul bantaran Sungai Citarum dan terdapat luka di bagian leher. Jen4zah kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk pemeriksaan luar dan autopsi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak kepolisian,” kata Cep Wildan.(*)
