Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Iran Tawarkan Damai, Israel Bom Lebanon Selatan

Washington DC: Garda Revolusi Iran siaga perang penuh saat AS pertimbangkan syarat pencabutan blokade laut.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi telah menerima proposal perdamaian berisi 14 poin dari pemerintah Iran. 

Meski demikian, pemimpin Gedung Putih tersebut menyatakan keraguan besar mengenai prospek tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran dalam waktu dekat.

"Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirimkan Iran kepada kami," ujar Presiden Trump dalam pernyataan resminya dikutip Al Jazeera.

Namun, ia menambahkan catatan skeptis dengan menegaskan bahwa dirinya tidak yakin kesepakatan tersebut dapat terealisasi.

Diplomasi di Ambang Ketidakpastian

Dokumen yang dikirimkan Iran tersebut memuat sejumlah tuntutan krusial. Beberapa di antaranya adalah jaminan non-agresi, pencabutan blokade angkatan laut, serta penghentian perang secara menyeluruh di semua lini, termasuk konflik yang tengah berkecamuk di Lebanon.

Langkah diplomatik ini diambil di tengah retorika keras dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pihak militer Iran menyatakan telah berada dalam posisi siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan kembalinya konfrontasi fisik dengan Amerika Serikat.

"Dimulainya kembali permusuhan sangat mungkin terjadi, karena bukti menunjukkan bahwa [Amerika Serikat] tidak berkomitmen pada perjanjian atau traktat apa pun," ungkap perwakilan IRGC dalam sebuah pernyataan tertulis.

Eskalasi di Lebanon Selatan

Sementara jalur diplomasi di Washington mengalami kebuntuan, situasi di lapangan justru semakin memburuk. Pasukan Israel terus meningkatkan intensitas serangan udara di wilayah Lebanon.

Laporan terbaru mengonfirmasi adanya serangan yang merusak sebuah bangunan Katolik di Yaroun dan merenggut sejumlah nyawa warga sipil. 

Berdasarkan data yang dihimpun, total korban jiwa di wilayah tersebut sejak 2 Maret telah mencapai 2.659 orang.

Ketegangan yang meningkat ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang regional yang lebih luas, mengingat posisi AS yang masih menimbang langkah strategis terhadap proposal Iran di satu sisi, dan dukungan terhadap operasional militer Israel di sisi lain.(*)

Hide Ads Show Ads