Kapten dan bintang Timnas Argentina, Lionel Messi.
Amerika Serikat ; Lionel Messi menegaskan bahwa rivalitas dengan Cristiano Ronaldo tidak masuk ke ranah personal.
Lionel Messi, bintang dan kapten Timnas Argentina akan tampil dalam Piala Dunia keenam dalam kariernya. La Pulga, yang akan berusia 39 tahun pada 24 Juni 2026 nanti, memiliki peluang untuk meraih gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
Meski Lionel Messi belum menyatakan secara tegas dia akan tampil di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini, tetapi publik dunia sudah memahami tidak perlu pernyataan resmi tersebut. Lionel Messi akan tampil di Piala Dunia 2026 yang bergulir mulai 11 Juni nanti kecuali dia mengalami cedera.
Jelang Piala Dunia 2026 yang tinggal sekitar satu bulan lagi, bintang klub Inter Miami FC ini berbicara tentang sejumlah hal yang saat ini menjadi perhatian. Dia juga menggambarkan bagaimana persaingan antara dirinya dengan bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo.
Berikut ini empat hal menarik yang disampaikan Lionel Messi dalam wawancaranya dengan Pollo Alvarez, pembawa acara atau host terkenal televisi Argentina yang juga seorang aktor, seperti yang juga dikutip oleh pers Spanyol, As.
Berharap Neymar di Piala Dunia 2026
Lionel Messi bermain bersama Nyemar ketika di Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG). Keduanya bermain dalam 206 pertandingan sejak 2013 silam saat masih di Barcelona. Dari jumlah tersebut tercipta 67 gol di antara keduanya.
Jadi, wajar jika Messi dan Neymar memiliki kedekatan yang erat, bahkan sebagai sahabat. Mereka berbagi kesuksesan dalam meraih gelar di Barcelona dan PSG. Karena itu, Lionel Messi tentu saja mengikuti setiap kabar yang terjadi terhadap temannya ini, termasuk kontroversi apakah Neymar pantas masuk Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 nanti.
"Saya tidak akan bisa objektif karena dia adalah teman saya. Tentu saja, saya sangat ingin dia tampil di Piala Dunia karena dia pantas mendapatkan kesempatan itu," kata Lionel Messi.
Di sisi lain, menurut Lionel Messi, untuk turnamen sekelas Piala Dunia, akan sangat menarik jika fans melihat pemain bintang dengan talenta seperti Neymar bermain untuk negaranya.
"Di Piala Dunia, kita selalu menginginkan pemain terbaik ada di sana. Dan, Neymar salah satunya. Dia memiliki karisma dan itu tidak dibuat-buat. Dia hidup dengan apa adanya, tidak berpura-pura. Dia melakukan apa yang dia rasakan tanpa mengkhawatirkan konsekuensinya. Dia menjalani hidupnya, bahagia, dan sangat alami," kata Lionel Messi lagi.
Argentina Bukan Satu-satunya Favorit
Banyak yang menilai bahwa Argentina tetap sebagai favorit peraih gelar di Piala Dunia 2026 ini. Lionel Messi menyatakan bahwa dalam kompetisi apa pun baik itu Piala Dunia atau Piala Amerika, Argentina selalu masuk dalam ketegori favorit. Meski demikian, untuk tahun ini, sejumlah tim akan tampil dengan kekuatan mereka yang lebih baik.
"Kami selalu menjadi favorit. Namun, di Piala Dunia 2026 ini kita tahu bahwa ada ada favorit lainnya yang bahkan memiliki peluang lebih besar. Mereka akan datang sebagai tim yang lebih kuat," kata Lionel Messi.
"Saat ini, Prancis terlihat kembali menjadi tim yang lebih kuat. Mereka memiliki banyak pemain top. Lalu, saya kira Spanyol dan Brasil juga tim yang termasuk meski belakangan keduanya belum memperlihatkan hasil terbaik. Mereka selalu menjadi kandidat dan mereka memiliki pemain yang mampu bersaing di setiap turnamen yang spesial."
Masa Depan Lionel Scaloni
Lionel Scaloni tidak dapat dipisahkan dari perjalanan karier Lionel Messi. Banyak pelatih dalam karier La Pulga di Timnas Argentina termasuk sang legenda sepak bola Tim Tango, Diego Maradona. Namun, bersama Lionel Scaloni, Lionel Messi berhasil meraih sejumlah gelar, termasuk Piala Dunia yang dia raih pada 2022 silam di Qatar.
Kini, muncul kabar bahwa Piala Dunia 2026 bisa menjadi turnamen terakhir bagi Lionel Scaloni. Sejumlah klub besar Eropa termasuk Real Madrid menginginkan pelatih ini. Dalam 94 laga bersama Lionel Scaloni, Argentina meraih 67 kemenangan, 18 imbang, dan hanya mengalami 9 kekalahan atau persentase kemenagannya mencapai 71,28.
"Itu tergantung dari apa yang dia inginkan dan apa hasratnya. Mungkin saja dia menginginkan tantangan baru. Dia tidak akan pernah hanya untuk sebuah tim. Namun, dari pengalaman saya dan apa yang saya lihat, bagi saya dia adalah sosok terbaik untuk tetap bertahan dan berada di tim ini selama mungkin yang dia inginkan," kata Lionel Messi.
Bersama Lionel Scaloni, Lionel Messi telah meraih empat gelar yaitu Piala Dunia 2022, Piala Amerika 2021 dan 2024, dan Finalissima 2022. Kehadiran Lionel Scaloni membuat Lionel Messi mampu melengkapi gelar di level timnas dalam kariernya.
"Saya rasa, siapa pun yang tertarik kepadanya akan melihat dari apa yang telah dia lakukan untuk Argentina. Kami (Argentina) adalah negara yang sangat menuntut tentang hasil, tidak lebih. Itu tidak akan mudah bagi mereka," Lionel Messi menegaskan.
Lionel Messi andalan Inter Miami di MLS, Amerika Serikat dan Cristiano Ronaldo bintang Al Nassr di Arab Saudi. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi)
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Persaingan dengan Cristiano Ronaldo
Piala Dunia 2026 ini juga menarik karena akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi Lionel Messi. Di sisi lain, ini juga terakhir pula bagi rivalnya, Cristiano Ronaldo. Dalam sepak bola, rivalitas keduanya menjadi salah satu hal yang menarik dan persiangan terbesar yang pernah terjadi.
Ada masa ketika persaingan keduanya sangat tajam saat Lionel Messi di Barcelona dan Cristiano Ronaldo di Real Madrid. Namun, setelah keduanya meninggalkan klub masing-masing, persaingan pun tetap terjadi. Bagi Cristiano Ronaldo, Piala Dunia satu-satunya trofi yang belum pernah dia raih.
“Yang terjadi adalah persaingan olahraga yang indah. Itu hal yang wajar di dunia sepak bola. Saya berada di Barcelona dan dia di Real Madrid, dan kami bersaing untuk segalanya baik secara kolektif maupun individual, jadi orang-orang selalu membandingkan kami," kata Lionel Messi, tersenyum. Wajar jika kemudian persaingan intens keduanya dibawa sejumlah fans, pers, bahkan rekan setim ke ranah personal. Seolah menciptakan persaingan bahkan menjurus ada rasa tidak suka antara satu dengan yang lainnya.
"Hubungan kami selalu baik dan saling menghormati, dan semua yang terjadi murni bersifat olahraga. Tidak ada yang bersifat pribadi. Kami jarang bertemu kecuali di pertandingan atau upacara penghargaan, dan kami selalu berhubungan baik. Sekarang kami berada di tahap kehidupan yang berbeda, tetapi yang terjadi adalah persaingan olahraga yang indah," kata Lionel Messi.(*)
