KDM dan PT Jui Shin Indonesia Sepakat Bereskan Polemik Kerusakan Jalan Karawang Selatan
Karawang : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencapai kesepakatan dengan perwakilan perusahaan tambang karst, PT Jui Shin Indonesia, terkait polemik kerusakan jalan di wilayah Karawang selatan.(1/5/26).
Dalam diskusi tersebut, pihak perusahaan dituding menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan akibat operasional truk angkutan yang melebihi kapasitas. Jalan yang dilalui memiliki batas maksimal muatan 8 ton, sementara kendaraan operasional perusahaan kerap membawa beban lebih besar.
Adapun jalur yang digunakan perusahaan dari lokasi tambang menuju pabrik hanya sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Menyikapi hal itu, Dedi meminta perusahaan membangun jalan khusus dengan kapasitas dan spesifikasi yang sesuai dengan kendaraan operasional mereka.
Pembangunan jalan tersebut diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp25 miliar. Selain itu, Dedi juga menekankan agar kualitas jalan dibuat lebih baik, dengan standar konstruksi yang mampu menahan beban berat serta lebar jalan yang disesuaikan.
"Kalau jalannya dipakai untuk kendaraan berat, maka spesifikasinya juga harus mengikuti," ujar Dedi dalam diskusi yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya.
Kesepakatan pun dicapai, di mana perusahaan akan membangun jalan tersebut dan selanjutnya menghibahkannya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, Pemprov Jabar akan tetap melakukan perbaikan pada titik-titik jalan lain di Karawang selatan yang mengalami kerusakan.
Konflik antara perusahaan dan warga terkait kondisi jalan ini diketahui telah berlangsung lama. Warga beberapa kali melakukan aksi protes karena jalan cepat rusak dan dinilai membahayakan pengguna, termasuk kerap memicu kecelakaan lalu lintas.(*)
