Makin Berkurang Rumah Tradisional Sunda Utama di Pedesaan
Karawang : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti semakin berkurangnya rumah tradisional Sunda di sejumlah wilayah pedesaan.
Menurutnya, pembangunan modern seharusnya tidak membuat masyarakat meninggalkan identitas budaya yang telah menjadi ciri khas daerah.
Dalam kunjungannya ke Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Dedi mengajak warga untuk tetap mempertahankan rumah berbahan bambu dan kayu yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda.
Ia menilai rumah tradisional bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam. Nilai-nilai tersebut dianggap penting untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
Dedi menjelaskan bahwa penggunaan material alami seperti bambu dan kayu memiliki banyak kelebihan. Selain ramah lingkungan, bahan tersebut juga lebih mudah beradaptasi terhadap kondisi cuaca dan karakteristik tanah di wilayah pedesaan.
Menurutnya, banyak rumah tradisional yang dibangun berdasarkan pengalaman masyarakat dalam memahami lingkungan sekitar. Karena itu, konsep hunian tradisional tetap memiliki relevansi meskipun perkembangan teknologi konstruksi terus mengalami kemajuan.
KDM juga berharap wilayah Situraja dapat menjadi contoh pelestarian rumah berbasis kearifan lokal Sunda. Potensi budaya yang masih kuat di kawasan tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik sekaligus identitas yang membedakan desa dengan wilayah lainnya.
Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, Dedi menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak boleh menghapus akar budaya. Justru, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian tradisi (*).
