Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pasca Kios Dibongkar, Berikut Kisah Sedih Pedagang di Cicadas Bandung

Bandung : Di balik proses penataan kawasan Cicadas yang ramai dipuji publik, tersimpan kisah para pedagang kecil yang harus kehilangan tempat mencari nafkah. Sebagian dari mereka mengaku bingung dan belum sepenuhnya memahami nasib mereka setelah kios dibongkar.(21/5/26).

Foto ilustrasi

Salah satunya Asep, pedagang kaus yang sudah puluhan tahun berjualan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Ia mengaku terkejut karena pembongkaran lapak berlangsung mendadak dan dirinya belum menerima penjelasan rinci terkait solusi setelah penertiban.

“Responsnya ya saya bingung, ini mendadak,” kata Asep saat ditemui di lokasi pembongkaran. Meski demikian, ia akhirnya memilih ikut membongkar kios secara mandiri karena melihat pedagang lain mulai melakukan hal serupa.

Penataan PKL Cicadas sendiri dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi trotoar yang selama ini tertutup kios semi permanen dan menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan tersebut.

KDM menjanjikan solusi pekerjaan baru bagi para pedagang terdampak. Mereka ditawari menjadi petugas kebersihan jalan provinsi dengan penghasilan yang disesuaikan standar UMK Kota Bandung.

Namun di lapangan, sebagian pedagang mengaku masih belum mengetahui detail teknis pekerjaan tersebut. Ada yang mempertanyakan kapan mulai bekerja, bagaimana proses pendataannya, hingga apakah semua pedagang akan diterima.

Meski penuh kebingungan, banyak pedagang tetap memilih mengikuti proses penataan karena tidak ingin terjadi keributan. Beberapa di antaranya bahkan membongkar kios sendiri sambil berharap pemerintah benar-benar merealisasikan janji solusi pekerjaan baru.

Kisah para PKL Cicadas ini menjadi gambaran bahwa penataan kota bukan hanya soal membongkar bangunan liar. Di baliknya ada ribuan keluarga kecil yang menggantungkan hidup dari ruang-ruang sempit di pinggir jalan Kota Bandung.(*)

Hide Ads Show Ads