Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Ribuan Warga Padati Alun-Alun Karawang, Saksikan Keagungan Mahkota Binokasih dan Ritual Adat Sunda

Karawang : Sabtu (9/5/2026) malam, wajah Alun-Alun Karawang berubah menjadi begitu megah, meriah, sekaligus kental akan nuansa sakral. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua dan lansia, memadati setiap sudut pelataran, tribun penonton, tangga masjid, hingga pinggir jalan utama yang mengelilingi kawasan alun-alun. Semua hadir berkumpul dengan satu tujuan yang sama: menjadi saksi langsung rangkaian kegiatan besar Kirab Budaya Tatar Pasundan yang menghadirkan pusaka agung peninggalan Kerajaan Sunda, Mahkota Binokasih.(10/5/26).
Foto KDM saat kirab Budaya Binokasih di Karawang

Antusiasme luar biasa warga Karawang sebenarnya sudah terlihat sejak sore hari, jauh sebelum acara dimulai. Matahari belum terbenam, namun ribuan warga sudah mulai berdatangan berbondong-bondong. Mereka berebut mencari tempat terbaik, baik di tribun utama maupun di halaman terbuka, agar bisa melihat jalannya prosesi dengan jelas. Suasana semakin padat dan hidup seiring berjalannya waktu, hingga menjelang malam, alun-alun nyaris tak tersisakan ruang kosong. Bahkan, banyak warga yang rela berdiri berjam-jam atau duduk beralas tikar dan kain di atas aspal demi bisa ikut merasakan kemeriahan dan kekhidmatan momen bersejarah ini.

Foto : Sri Rahayu legislator Jabar di Karawang

Rangkaian kegiatan malam ini dikemas sangat lengkap dan menarik, menyajikan kekayaan budaya Sunda dalam berbagai bentuk pertunjukan. Acara dibuka dengan arak-arakan budaya yang memukau, di mana rombongan pengiring pusaka berjalan mengelilingi kawasan alun-alun dengan mengenakan pakaian adat khas Sunda berwarna cerah dan berwibawa. Diiringi alunan musik degung yang merdu, suara gendang yang menghentak, serta penampilan tarian tradisional yang luwes dan indah, suasana seolah dibawa kembali ke masa kejayaan masa lalu.

Foto Binokasih di Karawang

Puncak acara dan momen yang paling ditunggu tiba saat prosesi penyambutan dan penghormatan terhadap Mahkota Binokasih berlangsung. Di bawah penerangan lampu sorot yang tertata indah, suasana seketika berubah menjadi sangat hening dan sakral. Serangkaian ritual adat yang dijaga kemurniannya selama berabad-abad dijalankan dengan penuh ketelitian dan penghayatan oleh para pemangku adat dan budayawan. Doa-doa dipanjatkan, mantra-mantra leluhur dilantunkan, dan penghormatan tertinggi dipersembahkan kepada pusaka agung tersebut. Getaran rasa haru dan bangga terasa menyelimuti setiap hati warga yang hadir, menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan bagian hidup dari sejarah bangsa mereka.


Perlu diketahui, Mahkota Binokasih bukan sekadar benda pusaka biasa. Ia merupakan peninggalan bersejarah yang sangat berharga dari Kerajaan Sunda, yang pernah menguasai dan membangun peradaban besar di wilayah tanah Pasundan. Mahkota ini dikenal luas sebagai simbol utama kepemimpinan, kewibawaan, kedaulatan, serta kebesaran dan kejayaan Kerajaan Sunda pada masanya. Nilai historis dan filosofis yang terkandung di dalamnya menjadikan benda ini sebagai identitas jati diri yang paling dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat Jawa Barat hingga saat ini.

Selama rangkaian acara berlangsung, terlihat jelas antusiasme warga untuk mengabadikan momen berharga tersebut. Ribuan ponsel dan kamera terangkat tinggi, menangkap setiap gerakan prosesi, keindahan seni budaya, hingga wujud asli dari Mahkota Binokasih yang dipajang di tempat kehormatan. Tak sedikit pula masyarakat yang rela berdesakan, berdesak-desakan dengan aman dan tertib, hanya demi bisa melihat secara dekat wujud pusaka legendaris yang selama ini hanya dikenal lewat buku sejarah dan cerita turun-temurun.

Penonton Kirab Mahkota Binokasih di Karawang

Zahra, salah satu warga Karawang yang hadir bersama suami dan kedua anaknya, mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan tempat. Ia mengakui rasa penasaran yang besar sekaligus rasa bangga yang mendorongnya hadir malam itu.

“Saya penasaran sekali, karena dengar-dengar acaranya sangat sakral dan penuh ritual adat yang jarang kita lihat sehari-hari. Sebagai warga Jawa Barat, saya merasa ikut bangga sekali. Rasanya luar biasa bisa menyaksikan langsung peninggalan sejarah leluhur kita ini ada di depan mata, di tanah kelahiran saya sendiri,” ungkap Zahra dengan mata yang berbinar bahagia.

Hal senada juga diungkapkan Fahmi, warga asal Kecamatan Cikampek yang datang bersama teman-temannya. Ia mengaku sebelumnya belum terlalu mengenal secara mendalam apa dan bagaimana sejarah Mahkota Binokasih itu. Namun, rasa ingin tahunya yang besar membuatnya rela menempuh perjalanan jauh demi melihat langsung pusaka tersebut.

“Jujur saya sebelumnya belum tahu persis apa itu Mahkota Binokasih, baru mendengar namanya saja. Tapi karena sering terdengar bahwa ini pusaka besar milik Kerajaan Sunda, saya jadi penasaran ingin lihat bentuknya seperti apa, sebesar apa sejarahnya, dan apa maknanya bagi kita semua. Ternyata sangat megah, suasananya luar biasa, dan saya jadi jauh lebih paham sejarah daerah sendiri sekarang,” kata Fahmi antusias.

Kehidupan malam di kawasan Alun-Alun Karawang terasa semakin hidup dan lengkap. Di sepanjang pinggir jalan dan sisi luar pelataran, berjejer rapi puluhan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai jenis makanan, minuman, dan jajanan khas. Kehadiran para pedagang ini turut meramaikan suasana akhir pekan, sekaligus memenuhi kebutuhan pengunjung yang hadir sejak sore hari.

Sementara itu, keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama penyelenggara. Ratusan petugas gabungan dari Kepolisian Resor Karawang, Satpol PP, Tim Pengendali Ketertiban Umum, serta relawan budaya tampak berjaga siaga di berbagai titik strategis. Mereka bertugas mengatur arus lalu lintas, membagi zona aman penonton, menjaga keutuhan jalannya prosesi adat, serta memastikan agar kegiatan berjalan aman, tertib, nyaman, dan lancar dari awal hingga selesai meskipun dihadiri oleh ribuan orang.

Pemerintah Kabupaten Karawang dan panitia penyelenggara menegaskan, kegiatan besar ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pesta rakyat atau hiburan semata. Melalui kehadiran Mahkota Binokasih dan rangkaian pertunjukan ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan keindahan seni dan budaya, tetapi juga diajak secara langsung untuk mengenal lebih dekat, memahami, mencintai, dan melestarikan sejarah serta warisan budaya luhur Sunda yang masih dijaga kelestariannya hingga saat ini.

Kehadiran ribuan warga malam ini menjadi bukti nyata bahwa sejarah dan budaya leluhur masih hidup, relevan, dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Karawang. Momen ini juga menjadi jembatan berharga agar nilai-nilai kearifan lokal dapat terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda, agar identitas dan jati diri masyarakat Pasundan tetap kokoh berdiri di tengah arus perkembangan zaman yang terus berubah.(*)

Hide Ads Show Ads