Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Suasana Kirab Mahkota Binokasih di Karawang Diwarni Mistis Misterius

Karawang : Kemeriahan Kirab Mahkota Binokasih di pusat Kota Karawang, Sabtu (9/5/2026) malam, mendadak diselimuti nuansa misteri. Di tengah megahnya iring-iringan budaya Sunda yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh, perhatian ribuan warga justru tertuju pada sebuah kereta kencana putih bertabur bunga melati yang melaju tanpa penumpang.
Q
Ngarak Binokasih

Kereta berhias rangkaian bunga warna-warni itu melintas perlahan di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Nagasari, di tengah lautan masyarakat yang sejak sore memadati jalur kirab budaya. Namun suasana berubah penuh tanda tanya ketika warga menyadari kursi di dalam kereta tampak kosong.


Padahal, banyak masyarakat menduga kereta tersebut disiapkan untuk putri bungsu Dedi Mulyadi, yakni Nyi Hyang Sukma Ayu, yang belakangan dikenal kerap hadir dalam berbagai kegiatan budaya Sunda bersama sang ayah.

“Mana Nyi Hyang? Kok keretanya kosong?” celetuk seorang warga dari tengah kerumunan sambil menunjuk ke arah kereta putih yang dikawal ketat petugas berpakaian adat Sunda.

Keberadaan kereta kosong itu langsung menjadi perbincangan di berbagai titik keramaian. Tidak sedikit warga yang datang bersama anak-anak mereka berharap bisa melihat langsung sosok kecil yang dijuluki sebagian masyarakat sebagai “Putri Pasundan”.

Nuansa misterius semakin terasa karena kereta tersebut tetap diperlakukan layaknya kendaraan kehormatan penting dalam prosesi budaya Mahkota Binokasih. Selain dikawal ketat, kereta itu tampil sangat mencolok dengan dominasi bunga melati dan dekorasi elegan bernuansa putih.

Meski tanpa penumpang, kereta kencana itu justru menjadi pusat perhatian masyarakat sepanjang jalur kirab.

Di sisi lain, Kirab Mahkota Binokasih tetap berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan rombongan ksatria adat yang menunggang kuda melintasi pusat Kota Karawang sambil mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka.

Mahkota Binokasih sendiri dikenal sebagai simbol budaya dan sejarah Sunda yang sarat makna kasih sayang serta persatuan masyarakat Jawa Barat.

Namun hingga kirab usai, misteri absennya Nyi Hyang Sukma Ayu dari kereta kencana putih bertabur melati itu belum juga terjawab. Belum ada keterangan resmi terkait alasan ketidakhadirannya dalam prosesi budaya tersebut.

Meski demikian, hal itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat mengikuti rangkaian Kirab Mahkota Binokasih yang malam itu sukses menyedot perhatian warga Karawang.(*)

Hide Ads Show Ads