Wali Murid SDN Palumbonsar II Karawang Keluhkan Titik Putar Kendaraan Depan Gerbang Sekolah
Karawang : Orangtua siswa SDN Palumbonsari 2 Karawang mengeluhkan keberadaan titik putar balik kendaraan yang berada tepat di depan gerbang sekolah.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan para siswa, terutama saat jam masuk dan pulang sekolah.
Keluhan itu disampaikan sejumlah wali murid yang merasa khawatir dengan lalu lalang kendaraan di area depan sekolah. Mereka menyebut, sebelumnya kendaraan yang hendak berputar arah masih dilakukan sebelum area gerbang sekolah. Namun kini titik putar balik berada persis di depan akses keluar masuk siswa.
“Sekarang mobil putar baliknya pas depan gerbang sekolah. Jadi khawatir, apalagi banyak anak keluar masuk,” ujar salah satu orangtua siswa, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, situasi semakin padat saat jam penjemputan. Banyak orangtua menunggu di depan sekolah, sementara sejumlah siswa yang belum dijemput kerap berada di sekitar pagar sekolah.
Kondisi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan apabila pengendara kurang berhati-hati saat memutar kendaraan.
“Kalau jam pulang sekolah ramai sekali. Anak-anak kadang masih main atau berdiri di depan pagar sambil menunggu jemputan. Takut terserempet kendaraan yang putar balik,” katanya.
Sementara itu, merespons keluhan para orangtua siswa seperti dikutip dari Jabar.net, H.Wawan Setiawan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Karawang menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang terkait persoalan tersebut.
“Kita sudah koordinasi dengan Dishub. Nanti barrier beton akan diperpanjang sampai pertigaan, kemudian di depan sekolah akan diberikan celah untuk penyeberangan,” ujarnya.
Wawan menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang siap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan siswa di lingkungan pendidikan.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan tindaklanjuti segala laporan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan siswa,” pungkasnya (*)
