Ini Fakta Guncang Dunia, Publik Amerika Latin Dukung Spanyol di Final Piala Dunia, Berikut Alasannya
Brasil ; Warga Brasil, Meksiko, Kolombia, dan Cili menyatakan dukungan mereka kepada Spanyol di final Piala Dunia 2026, dengan beragam alasan.
Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina telah memunculkan fenomena menarik di luar lapangan.
Berbeda dengan kebiasaan umum saat tim Amerika Selatan melaju jauh dalam turnamen, Argentina justru tidak mendapatkan dukungan dari sebagian besar negara tetangga mereka di Amerika Latin.
Di media sosial, para penggemar dari negara-negara seperti Brasil, Meksiko, Kolombia, dan Cili menunjukkan keberpihakan kepada Spanyol. Salah satu meme yang paling banyak dibagikan belakangan ini menampilkan penyerang Spanyol, Lamine Yamal, mengenakan seragam Tim Nasional Brasil, disertai keterangan: “Harapan rakyat Brasil”.
Fenomena ini melampaui sekadar rivalitas sejarah antara Brasil dan Argentina. Seperti dikutip AFP, penggemar dari berbagai negara menyatakan niat mereka untuk mendukung tim Spanyol pada laga final hari Minggu (19/7/2026) sore waktu New Jersey, Amerika Serikat (AS).
Di Sao Paulo, seorang warga Brasil bernama Francisco Santos mengaku merayakan gol Inggris pada pertandingan semifinal dan berpendapat bahwa Argentina diuntungkan oleh keputusan wasit.
“Argentina mendapat bantuan dari wasit. Mari kita dukung Spanyol,” ujarnya dengan nada tegas.
Di Kolombia, analis keuangan Juan Camilo Abusaid secara terbuka menyatakan bahwa ia juga akan mendukung tim Spanyol. Di Meksiko, seorang petugas kepolisian Antonio Lopez mengakui kehebatan Lionel Messi namun mempertanyakan apa yang ia anggap sebagai keberpihakan terhadap tim tersebut.
“Jika Anda memenangi dua gelar semata-mata karena kemampuan sepak bola Anda, saya bisa menerimanya. Namun, jika wasit membantu Anda, saya tidak bisa menerimanya,” ujarnya.
Diskusi ini bahkan merambah ke ranah politik. Dalam sebuah konferensi pers, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum bertanya kepada para wartawan yang hadir mengenai tim mana yang akan mereka dukung di babak final. Jawabannya bulat: “Spanyol”.
Menurut sosiolog Kolombia German Gomez, sikap ini mencerminkan pergeseran dari semangat solidaritas tradisional di antara negara-negara Amerika Latin selama perhelatan Piala Dunia.
Menurutnya, media sosial memperkuat narasi bahwa Argentina diuntungkan oleh FIFA dan presidennya, Gianni Infantino—sebuah persepsi yang turut membuat sebagian penggemar di kawasan tersebut merasa enggan mendukung Argentina.
Di Cili, seorang pengelola laboratorium bernama Rachid Sjoberg juga menyoroti aspek politis dalam pilihannya. Sebagai sosok yang kritis terhadap Presiden Argentina Javier Milei, ia menyatakan tidak ingin melihat sang presiden memanfaatkan potensi gelar juara dunia sebagai modal politik.
Terlepas dari kritik tersebut, megabintang Argentina Lionel Messi telah menanggapi tuduhan adanya perlakuan istimewa. Setelah La Albiceleste memastikan diri lolos ke final, pemain bernomor punggung 10 itu menegaskan bahwa timnya sekali lagi telah membuktikan kualitas mereka di lapangan.
“Empat tahun lalu kami meraih apa yang kami inginkan. Sekali lagi kami membuktikan bahwa tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma kepada kami, dan kami kembali menjadi salah satu dari dua tim terbaik di dunia. Suka atau tidak suka,” kata kapten Timnas Argentina tersebut.
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat (AS).(*)
