Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Keajaiban, Tiga Hari Tertimbun Puing Gempa, Paulina Pobi Ditemukan Selamat Tanpa Luka

NTT : Keajaiban di Flores: Tiga Hari Tertimbun Puing Gempa, Paulina Pobi Ditemukan Selamat Tanpa Luka
Di tengah duka mendalam akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, sebuah kisah Haru sekaligus menakjubkan datang dari Desa Nitunglea, Kabupaten Sikka.
Basarnas Dan Kepolisian setempat saat melakukan Evakuasi Pemyelamatan Nenek Paulina Pobi (84) (Foto: Basarnas)
Basarnas Dan Kepolisian setempat saat melakukan Evakuasi Pemyelamatan Nenek Paulina Pobi (84) (Foto: Basarnas)

Seorang wanita lanjut usia bernama Paulina Pobi (84) berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup setelah terjebak selama tiga hari di bawah reruntuhan dinding bambu rumahnya.

Bencana yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026 pagi tersebut tidak hanya meluluhlantakkan bangunan warga, tetapi juga memutus akses jalan menuju desa terpencil akibat longsor. Kondisi geografis yang berat serta ribuan gempa susulan sempat menyulitkan proses pencarian awal.

Kepala Kepolisian Resor Sikka, Bambang Supeno, mengonfirmasi bahwa korban kini telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Paulina langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif pasca-evakuasi.

Kendala mobilitas turut memperlambat proses penemuan korban. "Karena ia mengalami kelumpuhan, ia tidak bisa bergerak ataupun berbicara, sehingga baru pada hari keempat keluarganya akhirnya berhasil menemukannya," ungkap Rudolfus Riba Pejabat Daerah setempat, kutip AFP Kamis 20 Agustus 2026.

Rudolfus menambahkan, kondisi fisik sang nenek di luar dugaan sangat baik. "Ia dalam keadaan sehat; tidak ada luka sama sekali. Ia hanya sedikit lemas karena tidak makan atau minum selama berhari-hari. Rasanya seperti tidak nyata, hampir seperti sebuah keajaiban," tuturnya.

Sementara itu, upaya penanganan darurat terus digalakkan oleh pemerintah setempat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sebanyak 398 ton bantuan logistik telah disalurkan ke wilayah terdampak.

Namun, distribusi terkendala oleh medan pegunungan serta infrastruktur jalan yang rusak akibat guncangan gempa dangkal. Pemerintah pusat kini mengerahkan armada udara dan laut militer untuk mempercepat distribusi bantuan ke daerah terisolasi, sebagaimana dijelaskan oleh juru bicara badan bencana, Berton Panjaitan.

Hingga saat ini, aktivitas warga perlahan mulai pulih dengan dibukanya kembali toko-toko kelontong dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kendati demikian, bayang-bayang trauma masih menghantui warga menyusul tercatatnya lebih dari 3.000 kali gempa susulan sejak hari pertama bencana.

Kepala Kepolisian Daerah setempat, Inspektur Jenderal Rudi Darmoko kepada media , menekankan pentingnya pemulihan psikologis bagi para pengungsi. "Para pengungsi ini tidak hanya mengalami luka secara fisik, tetapi mereka juga menghadapi masalah kesehatan mental yang tidak boleh kita abaikan, terutama pada anak-anak," ujarnya.

Indonesia sendiri merupakan wilayah rawan gempa karena berada di jalur Cari Pening Ring of Fire Pasifik, kawasan dengan aktivitas seismik dan vulkanik yang sangat tinggi. Peristiwa ini kembali mengingatkan rentannya wilayah Nusantara terhadap ancaman bencana alam berskala besar.(*)

Hide Ads Show Ads