Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kembali Peristiwa Pilu Dialmai TKW Asal Karawang,Begini Ceritanya

Karawang : Nasib pilu menimpa Oom Komariah, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Karawang, Jawa Barat. Empat bulan bekerja di Arab Saudi, Oom justru harus menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah sakit hingga tempat penampungan.
Foto : Oom Komariah

Perempuan kelahiran 1972 itu pulang ke Karawang dalam kondisi masih membutuhkan pendampingan setelah mengalami insiden saat bekerja sebagai pekerja rumah tangga di rumah majikannya.

Oom mengatakan, persoalan bermula ketika gajinya tidak dibayarkan selama hampir empat bulan. Ia sudah berulang kali meminta haknya kepada majikan. Namun, permintaan tersebut justru kerap berujung pertengkaran.

“Awalnya majikan tidak baik. Saya minta gaji satu bulan, dua bulan, tiga bulan. Sudah mau empat bulan saya ngomong. Kadang saya minta gaji malah marah,” kata Oom, Senin kemarin, (24/8/2026).

Tak hanya persoalan gaji, Oom juga mengaku ruang geraknya dibatasi. Mulai dari pintu rumah sering dikunci dan tak memegang telepon seluler. Situasi itu membuatnya semakin tertekan hingga akhirnya terjadi pertengkaran dengan majikan. Dalam kondisi emosi dan panik, Oom turun ke bawah sambil berteriak meminta pertolongan kepada tetangga.

“Saya sengaja teriak supaya tetangga dengar. Saya bilang majikan saya tidak baik, gaji tidak dikasih dan rumah dikunci terus,” kata dia.

Tak lama kemudian, Oom terjatuh di tangga. Ia bahkan mengaku sempat tidak menyadari apa yang terjadi. Majikannya kemudian menghubungi pihak rumah sakit dan Oom dibawa untuk mendapatkan perawatan.

Namun, selama menjalani perawatan, ia mengaku tidak didampingi keluarga maupun pihak dari perusahaan penyalur.

“Saya nangis-nangis terus. Alhamdulillah dokternya baik, langsung diproses dan diurus operasi,” katanya.

Oom menjalani operasi dua kali dan harus menjalani perawatan selama kurang lebih empat bulan. Setelah kondisinya memungkinkan, ia kemudian dipindahkan ke tempat penampungan atau Tarhil untuk menjalani proses kepulangan.

Namun, perjalanan pulang kembali menemui hambatan. Saat hendak diberangkatkan melalui bandara, petugas menyatakan Oom tidak dapat pulang sendirian karena kondisi kesehatannya masih membutuhkan pendamping.(*)

Hide Ads Show Ads