Tak Kunjung Datang Bantuan Pemerintah, 37 KK di Sukabumi Memilih Beli Lahan Relokasi dengan Swadaya
Sukabumi: Sebanyak 37 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, memilih membeli lahan relokasi secara swadaya setelah lama menunggu kepastian bantuan pemerintah.
Bencana yang menerjang sejumlah kampung pada Desember 2025 itu membuat warga harus mencari tempat tinggal yang lebih aman. Sebelumnya, sebanyak 46 KK telah menjalani proses verifikasi dan validasi oleh DPMD Provinsi Jawa Barat.
Namun, bantuan sewa rumah atau biaya kontrakan sebesar Rp10 juta yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disebut belum kunjung terealisasi.
Puskesos Desa Cidadap, Ruyatman, mengatakan kondisi tersebut membuat warga tidak bisa terus tinggal di rumah kerabat maupun tempat sementara.
Akhirnya, warga berinisiatif membeli tanah dengan harga sekitar Rp35 ribu per meter persegi. Pembayaran dilakukan secara mencicil selama sekitar empat bulan. Ada warga yang menyetor Rp200 ribu, Rp500 ribu hingga Rp1 juta hingga akhirnya seluruh pembayaran lahan berhasil dilunasi.
Kini warga memang sudah memiliki lahan, tetapi persoalan belum selesai. Tanah yang berada di kawasan tebing tersebut masih berupa lahan mentah dan membutuhkan alat berat untuk pembukaan serta pemerataan.
Warga berharap pemerintah maupun para dermawan dapat membantu penyediaan alat berat agar lahan segera bisa digunakan untuk membangun rumah sebelum musim penghujan kembali datang.(*)
