Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Hari Pariwisata Dunia 2026, Sekjen PBB Soroti Dampak AI bagi Pariwisata

Jakarta :  Hari Pariwisata Dunia diperingati setiap 27 September untuk membahas peran pariwisata bagi masyarakat global. Pada 2026, peringatan tersebut mengajak seluruh pihak melihat bagaimana teknologi membentuk masa depan pariwisata.(28/9).

Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada Minggu, 27 September 2026 mengusung tema ‘Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism’. (Foto: pexels)

Tema Hari Pariwisata Dunia 2026 yakni 'Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism'. Tema tersebut menjadikan agenda digital dan kecerdasan buatan bagian penting dalam perubahan industri pariwisata.

Melansir United Nations (PBB) Indonesia, AI mulai mengubah cara pengunjung memilih destinasi dan merencanakan perjalanan. Teknologi tersebut juga memengaruhi cara industri pariwisata bekerja dan merancang pengalaman bagi pengunjung.

Penggunaan AI mampu membantu pelaku pariwisata meningkatkan pelayanan serta membuka peluang baru bagi UMKM. Teknologi tersebut juga berpeluang memperkuat usaha kecil agar dapat mengikuti perubahan kebutuhan pengunjung.

Tetapi, pertumbuhan teknologi pariwisata juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu disoroti berbagai pihak. PBB memperingatkan teknologi bisa membuat kunjungan wisatawan terfokus pada satu destinasi atau platform tertentu.

"Jika tidak dikendalikan, teknologi ini dapat memusatkan kunjungan wisatawan hanya pada beberapa tempat dan platform tertentu saja. Sehingga membuat banyak destinasi berharga lainnya justru tertinggal," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dikutip dari laman UN Indonesia, Minggu, 27 September 2026.

Situasi tersebut berpeluang membuat beberapa destinasi lain tertinggal walaupun memiliki potensi pariwisata. Oleh karena itu, perkembangan digital harus dilakukan dengan mempertimbangkan pemerataan pembangunan bagi berbagai wilayah.

"Teknologi harus mengabdi kepada umat manusia. Para pekerja di sektor pariwisata, masyarakat lokal, dan destinasi wisata baru harus dilibatkan dalam menentukan langkah pariwisata selanjutnya," ujar Guterres.

Tema 2026 juga menegaskan pentingnya keterlibatan pekerja pariwisata dan warga setempat dalam perubahan teknologi. Mereka harus memiliki kesempatan untuk turut menentukan arah perubahan industri pariwisata di masa depan.

Peningkatan keahlian digital menjadi kebutuhan dalam menghadapi transformasi tersebut. PBB juga menegaskan perluasan akses teknologi supaya manfaat inovasi bukan hanya dinikmati golongan tertentu.

Peringatan Hari Pariwisata Dunia 2026 di Indonesia juga membahas perubahan digital dan AI. Pacific Asia Travel Association mencatat agenda tersebut melibatkan akademisi, pemimpin pariwisata, pelaku industri, dan inovator muda.

Pembahasan tersebut bukan sekadar melihat AI sebagai teknologi, melainkan juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap destinasi dan publik. Digitalisasi diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pengunjung serta memperkuat keterlibatan masyarakat.

Penggunaan teknologi juga harus berjalan bersama prinsip pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. PBB mendorong agar inovasi tetap berlandaskan nilai kemanusiaan juga memberikan manfaat bagi warga lokal.

Dengan demikian, tema Hari Pariwisata Dunia 2026 bukan sekadar berbicara tentang kecanggihan transformasi teknologi. Peringatan ini juga momentum untuk memastikan transformasi digital menghasilkan pariwisata yang inklusif, terbuka, dan berkelanjutan. (*)

Hide Ads Show Ads