Gila! Verstappen Rebut Pole Sprint GP Singapura, Tapi Terancam Penalti Bendera Kuning
Karawang: Max Verstappen menunjukkan kecepatan impresif saat merebut pole position untuk sprint race Formula 1 GP Singapura. Pembalap Red Bull tersebut menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, Jumat, 09 Oktober 2026, meski masih menghadapi potensi penalti.
Verstappen mencatatkan waktu 1 menit 31,156 detik pada sesi kualifikasi malam hari. Catatan tersebut membawanya unggul 0,120 detik dari George Russell yang menempati posisi kedua bersama Mercedes.
Hasil kualifikasi menempatkan Verstappen dan Russell di barisan terdepan untuk balapan sprint sepanjang 21 putaran pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Charles Leclerc dari Ferrari mengamankan posisi ketiga, sedangkan Oscar Piastri dari McLaren akan memulai balapan dari urutan keempat.
Performa Verstappen menjadi sorotan setelah ia meraih kemenangan pertamanya musim ini di Malaysia pada akhir pekan sebelumnya. Hasil di Singapura kembali memperlihatkan peningkatan daya saing Red Bull, meskipun karakter lintasan jalan raya yang sempit dan bergelombang menjadi tantangan tersendiri.
Namun, keberhasilan Verstappen belum sepenuhnya aman. Ia tengah menjalani pemeriksaan steward setelah diduga menyalip Lewis Hamilton ketika bendera kuning dikibarkan pada sesi kualifikasi pertama atau SQ1. Keputusan steward berpotensi memengaruhi posisi start pembalap asal Belanda tersebut.
Di belakang tiga besar, Lando Norris menempati posisi kelima, diikuti Hamilton di urutan keenam. Pemimpin klasemen pembalap, Kimi Antonelli, harus puas berada di posisi ketujuh bersama Mercedes, sementara Liam Lawson, Isack Hadjar, dan Pierre Gasly melengkapi 10 besar.
Bagi Antonelli, hasil tersebut menjadi tantangan di tengah penggunaan paket aerodinamika terbaru Mercedes. Ia masih berupaya menemukan pengaturan mobil yang tepat, terutama karena karakter kendaraan dinilai belum konsisten. Padahal, pembalap Italia itu memiliki keunggulan 84 poin atas Russell dalam klasemen pembalap.
Sprint race Singapura tahun ini juga menjadi yang pertama digelar di sirkuit tersebut. Peluang menyalip yang terbatas membuat posisi start memiliki peran penting, sehingga persaingan sejak putaran awal diperkirakan menjadi faktor penentu.
Selain tantangan teknis, para pembalap harus menghadapi kondisi cuaca yang panas dan lembap. Balapan di Singapura dikenal sangat menguras stamina, dengan kehilangan cairan tubuh yang dapat membuat berat badan pembalap turun hingga tiga kilogram. Penyelenggara pun menetapkan status risiko panas tinggi dan mengizinkan penggunaan rompi pendingin.
Situasi semakin menantang karena kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia turut menyelimuti Singapura. IQAir mencatat indeks kualitas udara mencapai 205 pada Jumat, yang masuk kategori tidak sehat. Meski demikian, badan pengatur olahraga otomotif menyatakan kondisi kabut asap belum mengancam penyelenggaraan balapan.
Dengan pole position yang sudah diraih, Verstappen kini menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni mempertahankan keunggulan di lintasan dan menunggu keputusan steward.(*)
