Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Harga Cabai Mahal? Bupati Majalengka Bagi-Bagi 20 Bibit Gratis, Emak-Emak Auto Panen

Majalengka:; Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui program Penanaman Cabai Pekarangan Berdaya (Penca Perdaya). Dalam program ini, setiap rumah tangga sasaran (RTS) menerima 20 bibit cabai untuk ditanam di pekarangan rumah.

Harga Cabai Mahal? Bupati Majalengka Bagi-Bagi 20 Bibit Gratis, Emak-Emak Auto Panen!"

Program yang diluncurkan di Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Majalengka, Senin (12/10/2026), menjadi salah satu upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka untuk menekan inflasi, terutama yang dipengaruhi kenaikan harga komoditas pangan.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan cabai rawit menjadi salah satu komoditas pangan yang kerap mendorong inflasi di daerahnya. Padahal, Majalengka merupakan salah satu daerah penghasil cabai rawit. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat tetap dapat memengaruhi harga di pasaran.

"Sering kali inflasi di Majalengka didongkrak oleh komoditas pangan berupa cabai rawit. Padahal, Majalengka ini termasuk sumber penghasil cabai rawit. Hampir setiap kecamatan kan cocok. Cuma karena kebutuhannya tinggi, yang namanya komoditas pangan cabai ini setiap orang, bahkan setiap rumah, membutuhkan," ujar Eman.

Melalui Penca Perdaya, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai. Upaya ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian cabai di pasar, terutama saat harga mengalami kenaikan.

Ketua Kelompok Wanita Tani Kelurahan Tarikolot, Boni, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, penanaman cabai di rumah dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

"Sangat bermanfaat bagi kami, bisa memperbaiki ekonomi kami. Istilahnya, kebutuhan sehari-hari terpenuhi dari cabai tersebut, apalagi sekarang harga cabai sedang mahal. Alhamdulillah," kata Boni.

Boni menjelaskan, setiap rumah tangga sasaran memperoleh 20 bibit cabai. Bibit tersebut akan ditanam dengan memanfaatkan wadah bekas, seperti galon, sebagai salah satu cara menggunakan kembali barang yang tersedia di rumah.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Selain membantu memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri, pemanfaatan pekarangan diharapkan membuat lingkungan rumah lebih hijau, tertata, dan produktif.(*)

Hide Ads Show Ads