Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Naik Tipis ke Rp 2.594.000, Rupiah Diprediksi Melemah
Karawang: Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia http://emasantam.id per Senin (12/10) pukul 19.30 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp 2.000 menjadi *Rp 2.594.000 per gram*.
Kenaikan juga terjadi pada produk emas lainnya. Harga emas Galeri 24 di Pegadaian tercatat Rp 2.537.000 per gram, sedangkan emas UBS Rp 2.562.000 per gram. Untuk harga buyback atau beli kembali, Antam mematok di angka Rp 2.408.000 per gram.
Prediksi Harga Emas
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi harga emas Antam pada Selasa (13/10) masih akan bergerak fluktuatif.
“Apabila terkoreksi, harga emas Antam akan menurun ke Rp 2.582.000 per gram, atau turun Rp 10.000 dari harga saat ini,” ujar Ibrahim, dikutip Senin (12/10).
Namun, ia juga membuka peluang penguatan. Jika tren naik berlanjut, harga emas berpotensi naik Rp 20.000 ke level Rp 2.612.000 per gram, bahkan dalam sepekan bisa menuju Rp 2.740.000 per gram.
Sepanjang tahun 2026, harga emas Antam masih mencatatkan kenaikan sekitar 3,45 persen dari posisi Rp 2.488.000 per gram pada 1 Januari 2026. Harga emas dunia sendiri berada di level US$ 4.166,91 per troy ounce.
Rupiah Diprediksi Melemah
Sementara untuk nilai tukar, rupiah pada perdagangan Senin (12/10) ditutup melemah 14 poin di level Rp 17.884 berdasarkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).
Untuk hari ini, Selasa (13/10), Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di rentang *Rp 17.910 hingga Rp 17.960 per dolar AS*. Sedangkan untuk sepekan, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp 17.780 hingga Rp 18.060.
Kurs pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan untuk periode 7-13 Oktober 2026 juga naik menjadi Rp 17.935 per dolar AS, naik Rp 72 dari periode sebelumnya.
Pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal, diantaranya pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait gencatan senjata energi antara Ukraina dan Rusia, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi melancarkan serangan ke bandara internasional Riyadh.
Data untuk infobox:*
- Antam 1gr: Rp 2.594.000
- Buyback: Rp 2.408.000
- USD/IDR JISDOR: Rp 17.884
- Prediksi Rupiah hari ini: Rp 17.910-17.960 (*)
