Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IHSG Anjlok ke 5.863, Rupiah Melemah ke Rp17.938, Emas Antam Rp2,56 Juta - Rangkuman Pasar Malam Ini

KARAWANG, Pelita Karawang - Pasar keuangan Indonesia ditutup dengan tekanan berat pada perdagangan Kamis sore, 15 Oktober 2026. Tiga indikator utama kompak melemah: harga emas Antam anjlok ke level terendah sejak Juli, nilai tukar rupiah terjepit mendekati Rp18.000, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur jauh dari level psikologis 6.000.
IHSG Anjlok ke 5.863, Rupiah Melemah ke Rp17.938, Emas Antam Rp2,56 Juta - Rangkuman Pasar Sore Ini

Emas Antam Anjlok Rp13.000, Jadi Rp2,561 Juta per Gram - Terendah Sejak Juli

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah. Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas 1 gram pada Kamis (15/10) ditutup di Rp2.561.000, turun Rp13.000 dari penutupan Rabu di Rp2.574.000. 5bf0

Penurunan ini membawa emas ke level terendah baru sejak pertengahan Juli 2026, setelah support kritis di Rp2.565.000 jebol.

Harga pembelian kembali atau _buyback_ juga ikut turun Rp13.000 menjadi Rp2.370.000 per gram, sehingga _spread_ atau selisih jual-beli bertahan di Rp191.000 atau sekitar 7,46%. 5bf0

Berikut rincian harga Antam hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.330.500
- 1 gram: Rp2.561.000
- 5 gram: Rp12.580.000
- 10 gram: Rp25.105.000
- 100 gram: Rp250.312.000

Tekanan pada emas domestik dipicu anjloknya emas dunia di pasar spot ke US$4.111,7 per troy ons, terendah sejak awal Agustus. Pemicunya adalah data inflasi AS yang melampaui ekspektasi.

Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Dekati Rp18.000

Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Di pasar spot, rupiah ditutup di *Rp17.938 per dolar AS*, melemah 35 poin atau 0,20% dari penutupan sebelumnya Rp17.903. 15a2

Sementara kurs referensi JISDOR Bank Indonesia tercatat di *Rp17.898* per dolar AS.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menyentuh level terlemah di Rp17.972 dan bahkan Rp17.954 di sesi pagi.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan dipicu lonjakan inflasi AS dan ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi dilaporkan menyerang fasilitas Aramco dan ancaman gangguan di Selat Hormuz.

"Bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets diperkirakan hanya sekitar 0,43%, sementara investor mencermati risiko penurunan klasifikasi pasar," kata Ibrahim.

Untuk perdagangan Jumat, rupiah diprediksi fluktuatif di rentang *Rp17.930 - Rp17.990* per dolar AS, dengan risiko menembus Rp18.000.

IHSG Tersungkur 1,33% ke Level 5.863, 592 Saham Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan koreksi tajam. IHSG ditutup turun 79,24 poin atau 1,33% ke level 5.863,78.

IHSG dibuka di 5.917,13 dan sempat anjlok lebih dari 2% ke titik terendah harian *5.804,21* pada sesi pertama, sebelum memangkas pelemahan di sesi dua.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat 592 saham melemah, 119 saham menguat, dan 252 saham stagnan*, dengan nilai transaksi mencapai *Rp13,4 triliun* hingga Rp13,52 triliun.

Seluruh 11 sektor kompak di zona merah. Sektor barang konsumen non-primer anjlok 3,2%, energi 3%, perindustrian 2,43%, dan infrastruktur 2,41%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan tekanan datang dari inflasi AS. CPI bulanan AS naik dari 0,4% menjadi *0,6%*, dan inflasi tahunan naik dari 3,4% menjadi *3,7%*, di atas ekspektasi 3,6%. 4db4

Kondisi ini meningkatkan ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan peluang kenaikan suku bunga di Oktober naik dari 22% menjadi 31,8%. Ditambah sentimen geopolitik Timur Tengah, investor global cenderung menghindari aset berisiko.

Meski IHSG anjlok, 5 saham justru mentok ARA, yakni AKKU naik 34,62% ke Rp105, BSWD naik 25% ke Rp4.500, dan ALDO naik 24,92% ke Rp1.955.(*)

Hide Ads Show Ads