Ka Kwarda Pramuka Jabar Dr. Herman Suryatman Pimpin Bakti Sosial Bedah 11 RTLH di Desa Kaso Ciamis
CIAMIS I PELITA KARAWANG : Salam Pramuka! Gerakan Pramuka Jawa Barat kembali wujudkan Tri Satya dan Dasa Darma melalui aksi nyata kepedulian sosial.
Kali ini, Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat Dr. Herman Suryatman, http://M.Si. yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, turun langsung memimpin kegiatan bakti sosial bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis.
Dalam video yang diterima Pelita Karawang , Dr. Herman tampak mengenakan kemeja putih, iket kepala putih khas Sunda, dan setangan leher (hasduk) Pramuka. Ia didampingi jajaran Kwarda Jabar, Mabicab dan Kwarcab Ciamis.
Seperti diketahui, Dr. Herman Suryatman dikukuhkan sebagai Ketua Kwarda Jabar Masa Bakti 2025-2030 pada 9 Desember 2025 di IPDN Jatinangor, bersamaan dengan dikukuhkannya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Jabar oleh Ketua Kwarnas Budi Waseso. 01ca
Bedah 11 Rumah, Sinergi ASN dan Pramuka
Di hadapan warga dan anggota Pramuka, Herman menjelaskan program bedah rumah ini merupakan sinergi antara Pemda Provinsi Jawa Barat dengan Gerakan Pramuka Jabar.
"Insya Allah ada sebelas rumah tidak layak huni yang akan dibantu agar menjadi layak huni. Sembilan itu adalah reungan (urunan) ASN Pemda Provinsi Jawa Barat, dan tiga rumah itu adalah kepedulian dari Gerakan Pramuka Jawa Barat. Jadi semua ada sebelas dan yang satu dari Pak Gubernur langsung sudah selesai," ujar Herman.
Ia menegaskan, program ini adalah eksekusi langsung dari nilai Tri Satya Pramuka terutama menolong sesama, dan sejalan dengan visi Pramuka Jabar Istimewa serta konsep Panca Waluya: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer.
Kondisi Rumah Memprihatinkan
Kondisi rumah warga yang akan dibedah sangat memprihatinkan. Visual dalam video menunjukkan dinding anyaman bambu (bilik) yang jebol dan lapuk, atap bocor, lantai tanah, dan dapur tradisional dengan tungku batu bata.
Di malam hari, rumah hanya diterangi satu lampu bohlam, dengan perabot seadanya dan kayu bakar berserakan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong dan pendidikan karakter bagi anggota Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, untuk peduli terhadap sesama.
Seperti arahan Gubernur Jabar selaku Ka Mabida, Pramuka Jabar saat ini difokuskan untuk membantu penanggulangan bencana dan gerakan peduli lingkungan di Jawa Barat.(*)
