Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Makna Muhasabah Cinta Bagi Seorang Perempuan: Ketika Hati Lelah Mencinta, Pulanglah ke Pemilik Cinta

KARAWANG, Pelita Karawang - Cinta bagi perempuan bukan sekadar rasa suka. Cinta adalah amanah. Karena hati perempuan diciptakan lembut, mudah terpaut, mudah terluka. Maka Allah tidak melarang mencinta, tapi Allah mengajarkan cara mencinta agar tidak binasa.
Makna Muhasabah Cinta Bagi Seorang Perempuan: Ketika Hati Lelah Mencinta, Pulanglah ke Pemilik Cinta

Di sinilah pentingnya Muhasabah Cinta.

Apa itu Muhasabah Cinta?

Muhasabah berasal dari kata _hasaba - yuhasibu_ artinya menghitung, mengintrospeksi. Muhasabah cinta berarti berhenti sejenak, menatap ke dalam hati, bertanya:

_"Ya Allah, selama ini aku mencinta karena siapa? Untuk apa? Apakah cintaku ini mendekatkan aku pada-Mu atau justru menjauhkan?"_

Bagi seorang perempuan, muhasabah cinta adalah saat ia berani jujur bahwa tidak semua cinta harus diperjuangkan. Ada cinta yang harus dilepaskan karena Allah.

3 Makna Muhasabah Cinta Bagi Perempuan:

1. Cinta Tidak Boleh Mengalahkan Cinta kepada Allah

Perempuan sering mencinta dengan totalitas. Memberi seluruh hati. Padahal Rasulullah SAW bersabda: _"Cintailah kekasihmu sewajarnya saja, bisa jadi suatu saat ia menjadi orang yang kamu benci." (HR. Tirmidzi)_

Muhasabah mengajarkan: Jika cinta kepada manusia membuatmu meninggalkan sholat, menangis tiap malam, kehilangan harga diri, maka itu bukan cinta, itu ujian. Pulanglah. Cinta pertamamu haruslah Allah.

2. Menjaga Marwah dan Iffah

Cinta yang mulia bagi perempuan adalah yang menjaga. Menjaga aurat, menjaga lisan, menjaga batas. 

Muhasabah cinta bertanya: "Apakah dengan mencintainya, aku menjadi perempuan yang lebih terhormat atau justru lebih murah?"

Perempuan mahal bukan karena sombong, tapi karena tahu dirinya terlalu berharga untuk diberikan pada cinta yang tidak halal, tidak jelas arahnya.

Imam Syafi'i berkata: "Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat cemburu terhadap hati yang berharap selain Dia."

3. Cinta Adalah Cermin -Untuk Belajar Menjadi Lebih Baik*

Mungkin kamu pernah kecewa. Pernah dicintai setengah hati, pernah ditinggal tanpa alasan. Muhasabah cinta bukan untuk menyalahkan laki-laki, tapi untuk melihat diri sendiri.

"Apa yang perlu aku perbaiki? Apakah aku sudah menjadi perempuan yang pantas untuk dicintai dengan cara yang Allah ridhoi?"

Perempuan yang bermuhasabah tidak dendam. Ia memaafkan, tapi tidak mengulang luka yang sama. Ia belajar: Aku akan mencintai setelah aku selesai mencintai diriku dan Tuhanku.

Penutup: Untukmu Perempuan yang Sedang Lelah Mencinta

Jika malam ini kamu menangis karena cinta, coba tanya hatimu:

Apakah kamu menangis karena kehilangan dia, atau karena kamu kehilangan dirimu sendiri saat mencintainya?

Maka bermuhasabahlah. Wudhu. Sholat. Sebut namanya dalam doa, tapi serahkan hasilnya pada Allah. Jika dia baik untuk agamamu, duniamu, akhiratmu, Allah akan dekatkan. Jika tidak, Allah akan ganti dengan yang lebih baik.

Karena janji Allah itu pasti:

"Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula." (QS. An-Nur: 26)

Tugasmu bukan mengejar cinta. Tugasmu adalah menjadi baik, maka cinta yang baik akan datang.

Wallahu a'lam.

Hide Ads Show Ads