Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Manfaat Kolang-Kaling untuk Kesehatan Sendi Lutut dan Cara Mengolahnya

Jakarta: Kolang-kaling atau _Arenga Pinnata_ merupakan hasil olahan dari biji buah pohon aren muda melalui proses perebusan dan perendaman. Buah ini terkenal memiliki manfaat dalam mendukung kesehatan sendi lutut berkat kandungan gizinya.
Manfaat Kolang-Kaling untuk Kesehatan Sendi Lutut dan Cara Mengolahnya

Dikutip RRI dari halodoc.com, kolang-kaling mengandung galaktomanan yang memiliki sifat anti radang yang membantu meredakan nyeri sendi. Sementara itu, kandungan lainnya seperti kalsium dan fosfor melumaskan dan memperkuat tulang dan sendi, serta menjaga cairan tubuh.

Kandungan galaktomanan berpotensi menekan peradangan pada jaringan sendi sehingga membantu meredakan nyeri. Peradangan pada sendi pada penderita osteoarthritis dan radang sendi lainnya dapat menyebabkan rasa sakit dan kerusakan sendi.

Kemudian kalsium serta fosfor yang terdapat di kolang-kaling mengandung mineral makro yang penting untuk kesehatan tulang dan sendi. Untuk itu, mengkonsumsi kolang-kaling dapat membantu memenuhi kebutuhan dua mineral tersebut bagi tubuh.

Adanya kalsium berperan sebagai komponen utama dalam struktur tulang, sedangkan fosfor berperan dalam membentuk kepadatan tulang. Secara tidak langsung, kandungan kalsium dan fosfor pada kolang-kaling dapat membuat tulang menjadi kuat.

Kolang-kaling juga mengandung serat alami yang dapat memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh. Selain itu, buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga aman dikonsumsi bagi pengidap diabetes.

Kandungan serat dan mineral seperti kalium yang dimiliki kolang-kaling dapat mencegah penumpukan natrium pemicu hipertensi. Dengan mengonsumsinya secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga fungsi pembuluh darah tetap sehat.

*Cara Memilih Kolang-Kaling yang Segar*

Dilansir RRI dari halodoc.com, kolang-kaling yang segar berwarna putih bening, tidak kekuningan, dan bertekstur kenyal tidak terlalu lembek. Jika warna kolang-kaling terlalu keruh dan berlendir tebal menandakan kualitasnya telah menurun.

Selain itu, kolang-kaling yang segar memiliki aroma alami yang lembut dan tidak menyengat. Bau asam dan busuk yang kuat menandakan kolang-kaling sudah tidak layak dikonsumsi.

Kolang-kaling yang segar lebih mudah ditemui jika dijual dalam wadah yang bersih dan higienis. Saat ini sudah banyak tersedia kolang-kaling dalam kemasan yang siap diolah dengan kondisi yang lebih terjaga.

*Cara Mengolah Kolang-kaling Untuk Sendi*

Dikutip RRI dari patella.id, sebelum kolang-kaling dimasak, perlu dilakukan pembersihan dengan membilas di air yang mengalir. Hal tersebut dikarenakan kolang-kaling yang mentah mengandung getah dengan rasa yang pahit.

Selain itu, kolang-kaling juga perlu direndam selama semalaman untuk menghilangkan rasa bau dan pahit. Setelah dibilas hingga tiga kali, kolang kaling dimasak dalam air mendidih selama 30-45 menit, lalu buang air rebusan.

Cara mengkonsumsi kolang-kaling yang paling dianjurkan adalah menyajikannya dalam hidangan yang rendah gula. Rebusan kolang-kaling dapat dicampur dengan jahe dan serai untuk memaksimalkan manfaatnya.(*)

Hide Ads Show Ads