Pelajar SMP-SMA Bawa Motor Kian Marak, DPRD Karawang: Harus Ada Langkah Nyata!
Kecelakaan Pelajar Perempuan di Purwasari Jadi Alarm Keras, DPRD Karawang Minta Pemkab Perketat Pengawasan
KARAWANG: Kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar perempuan di wilayah Purwasari menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Karawang. Maraknya pelajar yang mengendarai sepeda motor, bahkan hingga tingkat SMP, dinilai membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret dari seluruh pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman, mendorong Pemkab Karawang memperketat pengawasan terhadap pelajar pengguna kendaraan bermotor. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), orang tua, hingga masyarakat.
Dian menyoroti fenomena pelajar yang menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan karena penggunaan kendaraan bermotor tidak hanya dilakukan siswa SMA, tetapi juga siswa SMP.
Padahal, keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas. Pelajar yang belum memenuhi persyaratan berkendara tidak seharusnya dibiarkan mengendarai sepeda motor di jalan umum.
"Ini yang harus kita coba untuk diperhatikan, karena hampir rata-rata semua pelajar saat ini menggunakan kendaraan," ujarnya.
Menurut Dian, kecelakaan di Purwasari harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi pengawasan terhadap pelajar yang membawa kendaraan ke sekolah. Imbauan kepada pihak sekolah perlu diperkuat, disertai edukasi mengenai aturan lalu lintas, persyaratan berkendara, serta risiko kecelakaan di jalan raya.
"Pengawasan tidak boleh berhenti sebatas imbauan. Perlu ada kepedulian dan langkah nyata dari seluruh pihak, terutama orang tua, agar tidak sembarangan memberikan izin kepada anak untuk mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi persyaratan," tegasnya.(*)
