Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Rupiah Pertahankan Penguatan hingga Akhir Pekan di Rp17.899 per Dolar AS

Jakarta:  Nilai tukar rupiah mempertahankan penguatannya hingga penutupan perdagangan di akhir pekan ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,09 persen atau 16 poin menjadi Rp17.899 per dolar AS.
Rupiah Pertahankan Penguatan hingga Akhir Pekan di Rp17.899 per Dolar AS

Sengketa antara AS dan Iran masih mempengaruhi sentimen pasar keuangan global. Presiden Trump menyatakan tidak akan melakukan serangan ke Iran sampai pelaksanaan pemilu sela di AS bulan November mendatang.

"Tapi AS tetap melakukan tekanan terhadap perekonomian Iran. Pada Kamis kemarin, AS mengenakan sanksi baru yang menyasar sejumlah individu," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Jumat, 9 Oktober 2026.

AS juga mengenakan sanksi pada 17 kapal tanker pengangkut minyak mentah. Termasuk memblokade produk minyak serta produk petrokimia Iran.

Dari sisi ekonomi, Gubernur the Fed Christopher Waller menyatakan, kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan. Namun kapan waktunya, fleksibel menyesuaikan perkembangan data perekonomian AS.

Waller menilai inflasi masih terlalu tinggi. Sedangkan kondisi pasar tenaga kerja di bulan September stabil. Meski penciptaan lapangan kerja melambat.

Sementara itu, data klaim awal tunjangan pengangguran di AS menunjukkan penurunan. Minggu ini, jumlahnya sebesar 197 ribu, turun dari 199 ribu pada minggu sebelumnya.

"Data tersebut juga berada di bawah prakiraan pasar sebesar 200 ribu," ucap Ibrahim. Selanjutnya, pasar akan fokus pada hasil survei Sentimen Konsumen University of Michigan.

"Bagaimana kondisinya di bulan Oktober, akan memberikan gambaran mengenai pandangan rumah tangga terhadap kondisi ekonomi dan inflasi di AS," ujar Ibrahim.

Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati perkembangan realisasi APBN hingga akhir September 2026. Defisit APBN melebar menjadi Rp319 triliun atau 1,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Fluktuasi harga minyak akan mempengaruhi kinerja APBN hingga akhir tahun ini. Karena kenaikan harga minyak dunia, akan menambah beban APBN yang jumlahnya tidak sedikit.

"Beban APBN bertambah Rp6 triliun setiap harga minyak naik Rupiah Pertahankan Penguatan hingga Akhir Pekan di Rp17.899 per Dolar AS per barel," ujar Ibrahim. Fluktuasi harga minyak diprakirakan masih akan berlanjut selama konflik di Timur Tengah belum berakhir.(*)

Hide Ads Show Ads