Tegas! Menteri KKP Sakti Trenggono: Stop Ekspor Benih Lobster Selamanya
JAKARTA - PELITA KARAWANG - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pemerintah tidak akan membuka kembali keran ekspor benih bening lobster (BBL).
"Tetap setop, tetap setop," tegas Trenggono seusai peluncuran Satgas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL) di Kantor KKP, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Bahkan saat ditanya kepastian kebijakan, Trenggono menjawab tegas.
"Selamanya tetap setop, iya," ujarnya.
Pemerintah memilih memprioritaskan pengembangan budi daya di dalam negeri agar nilai tambah ekonomi lebih besar untuk nelayan dan pelaku usaha pesisir.
"Ya artinya kita akan melakukan pembudidayaan di sini. Jadi kalau pihak luar yang tetap butuh, ya dia harus duduk ketemu sama kita," katanya.
Aturan Sudah Jelas
Kebijakan ini mengacu pada Permen KP Nomor 5 Tahun 2026 yang mengubah Permen KP Nomor 7 Tahun 2024, mengatur penangkapan benih lobster untuk budi daya berbasis kuota di wilayah Indonesia.
Pemerintah juga menerbitkan Perpres Nomor 69 Tahun 2026 sebagai dasar pembentukan Satgas P2BBL untuk memperkuat pemberantasan penyelundupan.
"Permennya sudah ada, Permen Nomor 5. Nah sekarang Perpres 69. Perpres 69 itu pemberantasan, artinya enggak boleh sama sekali," ujar Trenggono.
Meski benih dilarang ekspor, lobster hasil budi daya minimal 50 gram tetap boleh diekspor selama ada surat keterangan asal.
Perkuat Penindakan
Satgas P2BBL melibatkan lintas kementerian dan aparat penegak hukum. Menurut Trenggono, penegakan hukum jadi kunci.
"Penegakan hukum yang utama. Yang utama penegakan hukum dulu supaya yang ilegal-ilegal bisa disetop," ucapnya.
Ia menyebut upaya bilateral dengan negara tetangga selama 2 tahun belum hentikan penyelundupan.
Potensi 500 Juta Ekor
Trenggono menyebut potensi BBL Indonesia mencapai 500 juta ekor per tahun. Target produksi lobster budi daya 2026 sebesar 1.100 ton. Pada 2024 produksi nasional 481 ton, naik dari 437 ton di 2023.
Pada September 2026, KKP berhasil memasarkan 339,5 kg lobster hasil percontohan budi daya Batam ke Singapura.(*)
