Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Tragis! Driver Online Yogi Saparudin 35 Tahun Hilang Usai Orderan Fiktif, Ditemukan Tewas Terkubur di Kebun Teh Cisoka Sumedang - 2 Pelaku Ditangkap

SUMEDANG:;Kabar duka menyelimuti keluarga pengemudi taksi online Yogi Saparudin (35). Yang sebelumnya dilaporkan hilang, Yogi ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkubur di perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Tragis! Driver Online Yogi Saparudin 35 Tahun Hilang Usai Orderan Fiktif, Ditemukan Tewas Terkubur di Kebun Teh Cisoka Sumedang - 2 Pelaku Ditangkap

Yogi terakhir tidak dapat dihubungi setelah diduga menerima pesanan perjalanan menuju kawasan galian di kaki Gunung Tampomas.

Rekan korban Ari Prabawa (27) menuturkan keluarga mulai mencari sejak Kamis malam 8 Oktober 2026. Sekitar pukul 20.00 WIB istri korban mulai khawatir karena Yogi tak kunjung beri kabar.

Sebelum hilang kontak, Yogi sempat unggah status WhatsApp menunjukkan di kawasan galian.

"Dari hari Kamis jam 8 malam dia dilaporin (hilang). Tapi terakhir bikin status WhatsApp itu dia lagi di Galian. Dan diindikasi itu orderan fiktif," kata Ari, Minggu (11/10/2026).
Tragis! Driver Online Yogi Saparudin 35 Tahun Hilang Usai Orderan Fiktif, Ditemukan Tewas Terkubur di Kebun Teh Cisoka Sumedang - 2 Pelaku Ditangkap

Ari juga ungkap dugaan pesanan fiktif via inDrive. Ada beberapa orderan yang diterima lalu dibatalkan, seperti mencari mangsa.

"Jadi memang ada beberapa orderan di aplikasi In Drive. Itu kayak udah keterima terus di-cancel kayak nyari mangsa gitu. Aku gak tau si Bogin (Yogi) ini dapat orderan itu," katanya.

Kasus kini ditangani Polres Sumedang. Polisi amankan dua orang berinisial AD (30) dan MIN (17) diduga terkait pembunuhan.

Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya mengatakan pengungkapan bermula dari laporan hilang. Tim URC Resmob Satreskrim Polres Sumedang amankan kedua terduga pelaku.

Menurut Awang, jasad Yogi ditemukan terkubur di kebun teh Cisoka kedalaman sekitar satu meter. Setelah diperiksa, jenazah dievakuasi.

"Polisi selanjutnya membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, guna menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban," kata Awang.

Penyidik masih dalami motif, peran masing-masing, dan lengkapi alat bukti.

"Penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing pihak, serta melengkapi alat bukti," pungkas Awang.(*)

Hide Ads Show Ads