Notification

×

Iklan

Iklan

Kabarnya Banyak Warga Mulai Tinggalkan Karawang,Ada Apa Gerangan ?

Sunday, April 12, 2020 | Sunday, April 12, 2020 WIB

Kabar teranyar sore ini menyebutkan ada sejumlah warga yang tinggal di Karawang namun mulai melakukan perjalanan keluar kabupaten lain.(12/04).


Katanya kondisi itu dipicu oleh perusahaab atau sejenisnya mulai meliburkan pegawai atau karyawanya termasuk ada pengakuan sudah di "PHK tertentu" oleh bos nya.

Foto : Terminal Klari Karawang

Terpublisnya sekelompok warga pendatang mulai meninggalkan Karawang mana kala ada keterangan dari seseorang yang menyatakan bahwa pihaknya mulai kedodoran untuk mengeluarkan surat keterangan sehat dari Dokter.


Itu diakibatkan telah terbitnya Permenhub bagi pemudik,sebut narasumber.


Dikabarkan awal ,pemerintah telah menetapkan aturan untuk pemudik yang akan kembali ke kampung halaman menggunakan moda transportasi umum lewat Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona.


Dalam permenhub tersebut, pemudik yang akan menggunakan transportasi umum wajib memiliki surat keterangan sehat dari dokter.


Surat keterangan sehat dibutuhkan demi menekan potensi penularan virus corona sepanjang perjalanan.


"Kepastian tiket sudah diperoleh sebelum berangkat ke terminal sekaligus membawa surat keterangan sehat," seperti yang dikutip dari Permenhub tersebut.


Aturan ini berlaku di setiap moda transportasi umum, baik bus, kereta api, pesawat, sampai kapal penyeberangan.


Ikut ditegaskan, pemudik diimbau tidak menggunakan motor karena dianggap tidak menerapkan aturan jaga jarak (physical distancing).


Pemudik juga harus dipastikan melakukan perjalanan dalam kondisi sehat.


"Berangkat ke terminal, Stasiun, Bandara, dan Pelabuhan tidak naik motor sebagai penumpang karena tidak memenuhi syarat physical distancing, pastikan stamina dalam kondisi sehat," tulis aturan tersebut.


Selain itu, pemudik juga diharuskan menggunakan masker saat dalam perjalanan hingga tujuan. Penyedia jasa layanan transportasi telah menyiapkan fasilitas dan tempat cuci tangan.


"Pemudik harus memakai masker, prasarana siapkan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer di pintu masuk terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan," bunyi aturan tersebut.


Sementara itu bagi masyarakat yang ingin menggunakan kapal penyeberangan, harus membeli tiket secara daring (online) per 1 Mei 2020 mendatang.


Hal ini dilakukan agar tak ada lagi kontak fisik antara masyarakat dengan petugas, demi meminimalisir risiko penyebaran virus corona.


Masyarakat bisa membeli tiket kapal secara online atau melalui minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart.


Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan kebijakan ini diberlakukan di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor.


Kabar ini diturunkan belum ada keterangan dari Disnaker Karawang,mana saja perusahaan yang telah meliburkan atau melakukan PHK kepada karyawan atau buruh***

×
Berita Terbaru Update