Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

TAMAN SURGA DI MASJID NABAWI

PELITAA ON LINE-.Keindahan Masjid Nabawi di malam hari.
Madinah Al Munawarah adalah salah satu dari dua kota suci umat Islam selain Mekkah Al Mukarromah. Disebut Al Munawarah karena Madinah terkenal dengan keadaan kotanya yang selalu terang benderang, bahkan sampai dini hari.

Madinah merupakan salah satu kota yang termasuk dalam rangkaian perjalanan haji ataupun umroh. Di kota suci ini, tempat yang paling sering dikunjungi oleh hampir seluruh umat muslim di dunia adalah Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW, setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah SAW tiba di Madinah, di tempat unta tunggangan Nabi Muhammad SAW menghentikan perjalanannya.

Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli Rasulullah untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.

Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50m × 50m, dengan tinggi atap sekitar 3,5m. Rasulullah SAW turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para sahabat dan kaum muslimin.

Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu, ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.

Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan Khalifah Umar bin Khattab di tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan di tahun 29 H. Di jaman modern, tepatnya tahun 1372 H, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 meter persegi. Perluasan ini kemudian dilanjutkan penerusnya, Raja Fahd di tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 meter persegi, ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 meter persegi dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk shalat seluas 135.000 meter persegi.Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah, dengan kubahnya yang bisa terbuka dan tertutup. Kubah ini jugalah yang menjadi salah satu daya tarik dari Masjid Nabawi. Alasan utama orang-orang berdatangan dan melaksanakan sholat di Nabawi adalah terkait keutamaan pahala melaksanakan sholat di mesjid ini.

Keutamaan ini dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diterima dari Jabir ra.(yang artinya):"Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali shalat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah).

Berdasarkan hadis-hadis ini maka Kota Medinah dan terutama Masjid Nabawi selalu ramai dikunjungi umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji atau umrah sebagai amal sunah.

Rasulullah dimakamkan di tempat meninggalnya, yakni di tempat yang dahulunya adalah kamar Ummul Mukminin Aisyah ra., isteri Nabi Muhammad SAW. Kemudian berturut-turut dimakamkan pula dua sahabat terdekatnya di tempat yang sama, yakni Abu Bakar Al-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Karena perluasan-perluasan Masjid Nabawi, ketiga makam itu kini berada di dalam masjid, yakni di sudut tenggara, di sebelah kiri depan masjid. Aisyah sendiri, dan banyak lagi shahabat yang lain, dimakamkan di pemakaman umum Baqi. Dahulu terpisah cukup jauh, kini dengan perluasan masjid, Baqi jadi terletak bersebelahan dengan halaman Masjid Nabawi.

Makam atau rumah Nabi Muhammad ini ditandai dengan kubahnya yang berwarna hijau. Tepat di bawah kubah inilah terdapat Raudhah. Selain keutamaan pahala sholat dan daya tarik kubahnya tadi, alasan lain untuk mengunjungi Mesjid Nabawi tak lain dan tak bukan adalah Raudhah (Taman Surga).

Ketika mengunjungi Raudhah, disunnahkan untuk melakukan sholat sunnah. Doa-doa yang dipanjatkan dari Raudhah ini diyakini akan dikabulkan oleh Allah swt. Raudhah sendiri terletak di antara mimbar dengan makam Rasulullah SAW.

Seperti yang diterima oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya):

"Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku merupakan suatu taman di antara taman-taman surga, sedang mimbarku itu terletak di atas kolamku." (Riwayat Bukhari)

Namun, di Masjid Nabawi pintu masuk menuju tempat sholat untuk pria dan wanita dipisahkan. Begitu pula ketika berziarah ke makam Rasulullah dan Raudhah. Bahkan, waktunya pun dibedakan. Bagi pria, bisa kapan saja berziarah dan sholat di Raudhah. Sedangkan bagi wanita, hanya diberlakukan 3 kali dalam sehari yaitu pagi hari pukul 07.00-09.00 waktu setempat, siang hari pukul 15.00-17.00 waktu setempat, dan malam hari pukul 22.00-23.00 waktu setempat.

Jumlah peziarah yang datang sangat banyak sehingga harus berdesak-desakan untuk bisa masuk ke dalamnya. Batas antara Raudhah dan tempat sholat umum di Masjid Nabawi ditandai dengan karpet berwarna hijau. Tempat yang mengenakan karpet hijau adalah Raudhah, sementara tempat sholat umum menggunakan karpet berwarna merah.

Dalam perjalanan umrahnya usai menghadiri konferensi G20 di Kanada dan melakukan lawatan ke Turki, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani melanjutkan perjalanan ke Madinah, Jumat (2/7) pukul 18.25 waktu setempat atau pukul 22.25 WIB setelah menyelesaikan umroh di tanah suci Mekkah. Setibanya di Madinah, usai melaksanakan sholat Maghrib dan Isya di Masjid Nabawi, Presiden dan Ibu Ani berziarah ke makam Rasulullah SAW dan melaksanakan sholat sunnah di Raudhah.

Masjid Nabawi dengan segala keindahan dan kemegahannya telah menggoda naluri setiap umat muslim di dunia untuk datang berulang-ulang ke Nabawi dan melaksanakan sholat serta berdoa di dalamnya. Walaupun suhu udara saat ini yang lumayan panas dan bisa mencapai 49 derajat celcius di siang hari, tidak menyurutkan langkah para jamaah untuk datang dan sholat sekaligus menyapa Rasulullah dengan membaca shalawat ketika melangkah masuk ke dalam Masjid Nabawi. Seperti yang dikatakan mereka yang sudah mendatangi Mekkah dan Madinah, “Sekali menginjakkan kaki di kedua kota suci itu, kerinduan yang tiada tara untuk kembali kesana akan menggebu-gebu.” Subhanallah... (oleh :yun./kutipan dari presiden ri).

Hide Ads Show Ads