Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Unjuk Rasa Depan Mapolres Karawang " Pak Kapolres Tolong Tindak Oknum Polisi Nakal"

Karawang : Kasus pembunuhan terhadap Dian Supriatna (44) masih menyimpan misteri di lubuk hati sang ibu, Yetin (60). Ia bersama keponakan dan pendampingan non litigasi Puga Hilal Bayhaqie nekat melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Karawang Jalan Surotokunto No.110 Warungbambu Karawang pada Selasa, 7 April 2026 sekitar Pukul 12.00 WIB.
Unjuk Rasa Depan Mapolres Karawang " Pak Kapolres Tolong Tindak Oknum Polisi Nakal"

Yetin membentangkan poster bertuliskan "Ungkap Tuntas Kematian Dian Supriatna alias Aki". Poster lain bertuliskan "Pak Kapolres Tolong Tindak Oknum Polisi Nakal" satu lagi poster bertuliskan "Pembunuhan Dian Supriyatna alias Aki Jangan Direkayasa".

Yetin tidak terima anaknya meninggal dunia akibat pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka tunggal I (23). Yetin yakin anaknya bukan saja dibunuh I, tapi ada dua orang yang dicurigai turut serta melakukan pengeroyokan terhadap Dian pada saat malam takbiran, Sabtu 21 Maret 2026 hingga anaknya menghembuskan nafas terakhir.

Namun para saksi terkesan dibungkam, penyidik Polsek Telagasari seakan memaksakan kehendak, bahwa hanya I yang melakukan pembunuhan terhadap Dian. Kecurigaan lain adalah bahwa ada oknum anggota Polsek Telagasari yang datang ke rumah Yetin malam hari sekira Pukul 23.00 WIB beberapa hari setelah peristiwa pembunuhan. Oknum tersebut meminta Yetin untuk menandatangi dokumen yang tak pernah ia tahu isinya. Yetin pun menandatangani dokumen tersebut.
Unjuk Rasa Depan Mapolres Karawang " Pak Kapolres Tolong Tindak Oknum Polisi Nakal"

Selain itu Yetin juga kaget saat ia tahu bahwa ia menerima uang damai Rp. 2 juta. "Setelah anak saya meninggal salah seorang saudara saya memberikan uang Rp. 2 juta, saya pikir itu uang kerahiman dari Kades Kalibuaya untuk tahlilan anak saya. Tahunya setelah satu minggu, saya tahu itu yang dari keluarga tersangka, untuk meringankan I dan saya diminta jangan ke mana-mana, saya juga tak sudi. Mau balikin lagi duitnya, "ujar Yetin, usai diterima pihak Propam Polres Karawang.

Sementara itu Puga Hilal Bayhaqie menuturkan ia dan adik kandung Dian, Devi sempat mengkonfirmasi ke Polsek Telagasari pada Sabtu, 28 Maret 2026. Saat itu salah seorang anggota polisi menyebutkan bahwa I selain tersangka pembunuhan Dian merupakan korban pengeroyokan empat orang termasuk pelaku pengeroyokan adalah Dian. Namun apesnya selaku pengeroyok justru Dian yang tewas, sedangkan I yang jadi korban pengeroyokan tidak mengalami luka serius. "Kalau rincian kronologis resmi dari pihak kepolisian kami juga tidak pernah diberi tahu, kasus ini dikebut kurang dari dua pekan sepertinya sudah P21. Padahal banyak kejanggalan, "kata dia.

Salah seorang anggota Polsek Telagasari juga menyampaikan bahwa Yetin meminta untuk berdamai dengan keluarga Pelaku mengingat keduanya masih ada pertalian kerabat. Namun polisi menolak damai, karena kasus pembunuhan. Setelah kembali dari Polsek Telagasari, Puga dan Devi mengkonfirmasi kembali pernyataan tersebut ke Yetin. Ia membantahnya "Saya tidak pernah mengajukan damai ke polisi. Waktu di kantor polisi saya hanya diam berjam-jam duduk di ruangan. Yang bilak-balik itu Kades Kalibuaya Nana Mulyana dan Ketua RT, saya tidak tahu mereka ngomong apa dengan polisi,".

Unjuk Rasa Depan Mapolres Karawang " Pak Kapolres Tolong Tindak Oknum Polisi Nakal"

Pihak keluarga almarhum Dian Supriatna pun akhirnya mengadukan beberapa orang jajaran Polsek Telagasari ke Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui surat resmi. Mereka berharap Propam Polres Karawang dan Seksi Pengawasan Umum bisa memproses laporan mereka, walaupun kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan, yang menurut mereka pelimpahan tersebut terlalu dipaksakan.

Disisi lain oknum perangkat Desa Kalibata Kecamatan Telagasari pun terindikasi menutup-nutupi kasus tersebut. Berdasarkan penuturan Yetin Kades Kalibuaya Nana Mulyana sempat meminta uang senilai Rp. 5 juta untuk biaya otopsi, meski tidak jadi, tindakan tersebut dianggap tidak etis. Belakangan Kades Nana juga menyampaikan bahwa yang otopsi telah ditanggung oleh keluarga pelaku. Selain itu salah satu ketua RT juga selalu mendesak agar Yetin berdamai dengan keluarga pelaku.(*)

Hide Ads Show Ads