Menteri ATR/Kepala BPN Tegaskan Pentingnya Menjaga Integritas

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil memberikan kuliah umum kepada Anggota Sekolah Staf dan Pemimpin Menengah Kepolisian Republik Indonesia (Sespimmen Polri) melalui pertemuan daring, Kamis (6/5/2021). 


Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan hal-hal yang dianggap penting dalam mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin di masa depan.

Menurut Sofyan A. Djalil, karakter adalah kunci keberhasilan setiap orang. Pada era digitalisasi saat ini, media sosial berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat, sehingga para calon pemimpin dituntut untuk menjaga integritas dan reputasi dirinya sendiri.

"Sekali berita Anda masuk ke media sosial, tidak akan pernah hilang. Sekali masuk ke dalam jaringan internet, Anda tidak akan bisa hilang. Kalau kita menjaga integritas, menjaga reputasi, bekerja sebaik-baiknya, let it be, nothing to hide. Tidak ada yang perlu disembunyikan. Nah itu adalah bagian dari karakter. Kunci keberhasilan orang adalah karakter. Karakter menjadi sangat penting," kata Sofyan , Jum'at (7/5/2021).

Di hadapan para anggota Sespimmen, Menteri ATR/Kepala BPN juga menegaskan bahwa tugas serta tanggung jawab seorang pemimpin akan bertambah berat seiring dengan perkembangan zaman. Untuk itu, yang harus dilakukan oleh calon pemimpin adalah menambah kompetensi dan kualitas diri.

"Di masa yang akan datang tanggung jawab kita, Saudara-Saudara sekalian, jauh lebih berat. Jangan berharap Anda bisa bersembunyi hari ini. Kalau di kantor saya sekarang saya mengatakan jangan berlobi-lobi untuk posisi, kami akan menilai Saudara untuk memberikan tugas yang lebih baik untuk orang yang kompeten. Kita berikan tugas yang lebih berat, tanggung jawab yang lebih berat," paparnya.

Berdasarkan pengalamannya memimpin lima kementerian, Sofyan A. Djalil menambahkan bahwa modal menjadi seorang pemimpin ialah harus bisa bekerja sama dan menjadi pendengar yang baik. Dengan demikian, masalah akan lebih mudah diselesaikan. Selain itu, mengapresiasi orang-orang di lingkungan kerja juga tidak kalah penting.

"Kalau Anda tidak bisa kerja sama, Anda tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Anda tidak akan bisa menjadi pemimpin kalau Anda tidak bisa mendengar. Kalau saya ditanya kok bisa menjadi menteri macam-macam, modal saya cuma mendengar. Begitu saya masuk ke BPN, saya yakin orang-orang BPN yang sudah berkarir dari bawah, 20-30 tahun, mereka bisa menyelesaikan masalah. Tugas saya sebagai pemimpin, memberdayakan orang-orang pintar ini," tuturnya. ***ifp

0 Komentar

X
X