Pendamping Desa : Mayoritas Bumdes "La Yamutu Wala Yahya " !
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di rencanakan dapat kucuran anggaran penyertaan modal lebih besar di tahun 2022 dari Dana Desa. Namun, optimalisasi Bundes di lapangan, masih perlu di refresh ulang untuk memastikan struktur dan pengelolaan aset serta dokumennya rapi dan tertata dengan baik.
"Kami minta dokumen dan aset itu terususun rapi dengan atau tanpa ada dampak Pilkades, sebab, tahun depan rencananya penyertaan modal dan bantuan untuk Bumdes ini porsinya akan lebih besar. Tapi kenyataan dilapangan, kita akui bahwa kebanyakan Bumdes ini La Yamutu Wala Yahya (Tidak hidup, tidak mati) alias mati suri. Uangnya ada, Bumdesnya tidak ada, ada juga yang bumdesnya ada tapi uangnya tidak ada. " Kata Pendamping Desa Cilamaya Kulon, Mahrus Aly, Selasa (2/11).
Ia menambahkan, penataan itu akan ia bantu dan lakukan dilapangan. Untuk itu mohon dibantu para Kades agar memberdayakan Bundes semamin optimal dan kuat, utamanya dalam dokumen, arsip dan juga asetnya. Ia juga sebenarnya heran, ketika dokumen di Bumdes tidak ada, tapi kenyataan saat pemeriksaan inspektorat, selalu ada, sementara saat setelah pemeriksaan justru banyak kades baru khususnya mengeluh. justru tidak ada.
"Maka ayo, fasilitasi kami dengan pengurus Bumdes lama dengan yang baru dan siap turun lapangan untuk membenahi bumdes yang ada setelah dampak politik Pilkades, " Tandasnya. (Rd)
