PGRI Minta Kades Aktif Bantu Rehabilitasi Sekolah Lapuk
Paska ambruknya gedung SD di Kecamatan Cilamaya Kulon, Koorwilcambidik mencatat ada 15 gedung sekolah yang di usulkan rehabilitasi hingga Ruang Kelas Baru (RKB) karena konturnya yang semakin lapuk. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang berharap peran serta pemerintah desa dalam upaya membantu sarana fisik sekolah yang ada di wilayah desanya masing-masing di luar anggaran Disdikpora.
"Fasilitas Sapras di sekolah jujur banyak yang kekurangan, sebab, ada 15 SD yang di usulkan Koorwilcambidik Cilamaya Kulon saat ini karena bangunannya lapuk. Kami berharap, pak Kades bisa mengawal ditahun 2022 supaya realisasi. Atau juga bisa di arahkan ke anggaran lain, barangkali pak kades sekalian memiliki kenalan untuk aspirasi DPRD Karawang yang peruntukannya di arahkan ke rehabilitasi maupun RKB, " Ungkap Hasan S.pd, Ketua PGRI Cabang Cilamaya Kulon baru-baru ini.
Robohnya gedung SD di Cilamaya Kulon, sambung Hasan, menyurat keprihatinan tersendiri bagi semua kalangan, tanpa kecuali para kades untuk bisa membantu, khusus bagi sarana pendidikan di wilayah kerjanya masing-masing. Semoga, dengan dorongan atau support dari pemerintah desa, baik keamanan maupun bantuan yang di upayakan, kejadian ambruknya gedung sekolah di Cilamaya Kulon, tidak sampai terulang lagi.
"Perlu kepedulian semua pihak, kemampuan kami di PGRI dam Koorwilcambidik tentu saja terbatas, kiranya ada sumber-sumber anggaran lain, bisa di arahkan untuk membantu rehabilitasi dan RKB di sekolah wilayah kerja masing-masing, " Ujarnya. (Rd)
