Polisi Buru Dua DPO Pembunuh Bos Rumah Makan Padang di Karawang

Polres Karawang masih memburu dua pelaku pembunuhan bos rumah makan padang yang masih buron. Kasatreskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana, saat ini tujuh orang telah ditangkap, satu di antaranya menyerahkan diri.

"Kami masih terus melakukan pengejaran pelaku yang kini berstatus DPO (daftar pencarian orang)," kata Oliestha, Senin (8/11).

Pada Rabu (27/10), seorang pengusaha rumah makan padang bernama Khairul Amin (54 tahun) ditemukan tak bernyawa di depan rumahnya, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat. Tubuh korban mengalami banyak luka tusuk dan luka bacokan.

Belakangan diketahui, pembunuhan itu direncanakan istri korban berinisial NW (44) dengan mengewa sejumlah pembunuh. Istri korban mengaku ingin suami mati karena sakit hati. Sang suami dianggap menyusahkan, sering meminta atau menggunakan uang yang ternyata dipakai untuk perempuan lain.

Polisi kemudian menangkap sang istri dan lima para eksekutor. Sementara dua orang lainnya ditetapkan sebagai DPO. Di tengah pengejaran, satu dari dua orang DPO menyerahkan diri ke Mapolres Karawang.

Lelaki berinisial IS alias Embe datang ke polres diantar langsung orang tuanya pada Sabtu (6/11). "Yang bersangkutan ini sangat kooperatif karena sudah menyerahkan diri ke Mapolres Karawang," kata Oliestha.

Oliestha menyampaikan, berdasarkan hasil keterangan IS, ditemukan fakta baru dirinya tidak terlibat secara langsung dalam proses eksekusi korban hingga tewas. "Hasil pemeriksaan dan keterangan IS kepada penyidik, ditemukan kecocokan atau kesesuaian keterangan antara para tersangka dengan saksi lainnya bahwa IS ini tidak terlibat secara langsung dalam melakukan aksi pembunuhan. Jadi status IS untuk sementara ini kami jadikan saksi," katanya.

IS telah menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan, dan hasilnya memang tidak terlibat langsung pada saat peristiwa itu terjadi. Hanya saja, nama IS tercantum dalam surat perjanjian kerja pembunuhan tersebut.

Dari pemeriksaan IS juga muncul satu orang pelaku lainnya yang kemudian ditetapkan sebagai DPO. Nama baru itu terlibat langsung dalam melakukan pembunuhan berencana itu.

"Jadi total pelaku pembunuhan berjumlah sembilan orang, dengan rincian enam orang telah ditangkap, termasuk isteri korban. Kemudian ada seorang terduga pelaku yang menyerahkan diri tapi sementara ini statusnya sebagai saksi, serta dua orang lainnya yang masih buron dan masih dalam pengejaran," kata dia.(ROL)

0 Komentar

X
X