Waspada dan Mewaspadai Penyebaran DBD di Karawang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, sedang bersiap menghadapi ancaman banjir akibat musim penghujan yang sudah tiba.

Terkait ancaman banjir di musim penghujan ini, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Taman, meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mewaspadai penyakit demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan nyamuk aedes aegypti.

Taman

Pemerintah Kabupaten Karawang dalam hal ini Dinas Kesehatan Karawang diminta untuk segera melakukan sosialisasi pencegahan DBD kepada masyarakat.

"Saya minta agar Pemk melalui Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi 3M dalam pencegahan DBD kepada masyarakat, serta melakukan Foging di titik-titik rawan sebagai upaya pencegahan," kata Taman pada Kamis (4/110/2021).

Menurut politisi Gerindra tersebut, saat musim penghujan populasi nyamuk aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan.

Masyarakat diminta agar waspada terhadap penyakit DBD.

“Kondisi (genangan air) tersebut akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit DBD," ujar Taman.

Taman yang juga Ketua Pansus Raperda Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular, mengungkapkan kelangsungan hidup nyamuk aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi selama musim hujan, sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan.

“Untuk itu masyarakat harus waspada dan menerapkan hidup sehat dengan melakukan 3 M. Menutup, Menguras (penampungan air) dan mendaur ulang (sampah yang berpotensi jadi tempat genangan air),” terang Taman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Endang Suryadi, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta ahar para kader jumantik di setiap kecamatan dan desa melakukan sosialisasi 3M untuk memberantas sarang nyamuk.

"Kami sudah meminta agar segera dilakukan sosialisasi 3M dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD ini," kata Endang.

Dia melanjutkan bahwa masyarakat juga diminta mewaspadai dengan dengan cara menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.

"Dan juga pengasapan atau fogging kita akan lakukan juga," tandasnya.(***)

0 Komentar

X
X