×

Iklan

Indeks Berita

Mantap Banget, Suami Istri Bikin Rest Area Dadakan Di Pantura Karawang, Pemudik Motor Bisa Istirahat

5 Mei 2022 | Kamis, Mei 05, 2022 WIB Last Updated 2022-05-05T15:01:36Z

Salut, pasangan suami istri membuat rest area dadakan di Pantura Karawang, fasilitas buat pemudik motor biar bisa istirahat.

Dua jempol terangkat untuk pasangan suami istri asal Karawang ini, mereka membuat rest area dadakan di jalur Pantura Karawang.

Foto : Pasangan suami istri bikin rest area dadakan di Pantura Karawang, pemudik motor bisa istirahat.

Dengan modal mobil pick up atau pikap, pasangan ini menjual berbagai macam makanan dan minuman serta menyediakan lapak untuk sekedar beristirahat.

Mengutip Tribunnews.com, arus lalu lintas di Jalan Raya Purwasari, Tamelang, Purwasari, Karawang, Jawa Barat mulai ramai sejak Kamis (5/5/2022) pagi.

Jalan tersebut berjarak sekitar lima kilometer dari Gerbang Tol Cikampek Utama.

Di hari ini, merupakan hari keempat Lebaran 2022 dan bersamaan dengan arus balik mudik tahun ini.

Kendaraan roda empat maupun roda dua sudah mulai ramai melintas sejak Rabu (4/5/2022) sore kemarin.

Nah momen arus balik Lebaran ini pun dimanfaatkan Oca dan Kartini mengais pundi-pundi.

Keduanya membuat rest area dengan nama ‘Mas Dylands’ bagi pemudik dengan motor di Jalan Pantura.

Bermodal sebuah mobil pikap, sepasang suami istri ini menggelar lapak dadakan di pinggir Jalan Raya Purwasari, Tamelang, Purwasari, Karawang, Jawa Barat.

Jalan tersebut merupakan jalur yang saat ini biasa digunakan pemudik dengan kendaraan roda dua.

Mereka mengaku senang momentum Lebaran 2022 ini ramai pemudik.

Apalagi setelah dua tahun absen berdagang karena pandemi Covid-19.

“Sudah lumayan semenjak dibuka lagi. Kalau sebelum Covid kita bisa jualan."

"Kalau pas Covid kita enggak bisa kemana mana,” ucap Kartini kepada Tribunnews.com saat ditemui di lapaknya, Kamis (5/5/2022).

“Sekarang sudah ramai, senang banget, gembira bisa jualan lagi,” ujarnya menambahkan.

Warga Kampung Payuyon, Desa Dawuan Barat, Kecamatam Cikampek, Karawang, Jawa Barat ini juga berbagi cerita.

Menurutnya, mereka sudah berjualan sejak Tol Cikopo Palimanan (Cipali) belum dibangun.

Adapun Tol Cipali diresmikan hampir tujuh tahun silam atau tepatnya pada 13 Juni 2015.

Kartini bercerita, jauh sebelum tol terpanjang di Indonesia itu dibangun, para pemudik melakukan perjalanan mudik via Jalan Pantura.

Di saat itu pula, ia bisa meraup omzet hingga Rp 5 juta per hari.

Tetapi omzet penjualan Kartini menurun pada mudik Lebaran tahun ini.

Wanita berusia 29 tahun ini mengungkapkan, omzetnya hanya mencapai Rp 3,7 juta selama empat hari berdagang ketika arus mudik kemarin.

“Kalau semalam pas arus balik itu baru dapat Rp800 ribu. Kalau lagi rame bisa dapat Rp1 juta semalam,” ujar ibu satu anak ini.

Kartini menjelaskan dia dan keluarga telah mudik pada saat Hari Raya Idul Fitri kemarin.

Dia dan suami pulang kampung ke wilayah Purwakarta, Jawa Barat.

Perempuan ini rela mempersingkat waktu bersama keluarganya demi memanfaatkan momen mudik Lebaran.

“Soalnya sayang kenapa kalo enggak jualan, kan lagi rame, kalau Covid lagi kita enggak bisa jualan,” katanya.

Foto : Pasangan suami istri bikin rest area dadakan di Pantura Karawang, pemudik motor bisa istirahat.

Sehari-hari, Kartini dan suami mencari rizki dengan mengumpulkan limbah seperti besi tua, beling hingga plastik.

Dari sana, mereka bisa mendapatkan Rp2 juta per minggu.

“Itu harga per satu truk engkol. Kadang muatan 10 ton, 8 ton satu mobil itu. Tapi pemasukan kita enggak nentu,” bebernya.

Kartini berharap momen Lebaran kali ini bisa mendatangkan rizki lebih kepadanya. Dia juga berharap pandemi Covid-19 segera hilang di Bumi Pertiwi.(*)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS