Adanya kabar peristiwa sejumlah bocah yang tenggelam akibat terseret derasnya air laut Karawang di Muara Kali Cibulan-bulan, Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, dibenarkan oleh pihak kepolisian setempat.(10/8/23).

Foto : Pencarian korban tenggelam

Kasat Polairud Polres Karawang, AKP Adis Iskandar saat dihubungi wartawan sambungan telepon selularnya pada Kamis (10/8/2023) dinihari.



“Iya benar, telah terjadi peristiwa dua bocah yang tenggelam saat berenang di Muara Kali Cibulan-bulan, pesisir laut Ciparage Karawang. Dalam peristiwa ini, satu dari dua bocah yang tenggelam diduga akibat terseret arus deras itu berhasil diselamatkan oleh seorang warga yang sedang melakukan kegiatan memancing disekitar lokasi,” ungkap AKP Adis Iskandar.



Peristiwa itu diketahui berawal saat korban bersama ke empat teman lainnya berenang disekitaran perairan Muara Kali Cibulan-bulan, Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran, Karawang pada Rabu (9/8) siang sekitar pukul 13.00 WIB.



“Kami mendapat laporan adanya peristiwa dua bocah tenggelam ini berawal dari laporan seorang warga yang sedang melakukan kegiatan memancing disekitar tempat kejadian perkara (TKP), melaporkan peristiwa yang dilihatnya ke Pos Pantau Sat Polairud Polres Karawang,” terangnya.


Mendapati seorang korban berhasil diselamatkan oleh saksi, kata dia, pihaknya langsung membagi tim yang tengah berdinas tersebut untuk menjadi dua regu, yang di mana satu regu ditugaskan untuk bergerak cepat membawa korban yang selamat ke rumah sakit terdekat guna mendapat pertolongan pertama. Sedangkan satu tim regu lainnya langsung ia tugaskan untuk bergegas menyusuri perairan disekitar lokasi korban tenggelam guna mencari keberadaan korban yang dinyatakan masih hilang.


“Adapun identitas dari ke dua korban yang terseret arus deras hingga tenggelam itu, lanjut Adis menerangkan, diketahui bernama bernama Bima (8) dan Fauzi (9) asal warga Kampung Pulomulya, Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran, Karawang. Tenggelamnya korban diduga akibat berenang pada pertemuan arus air antara arus sungai dengan arus laut, hingga mengakibatkan satu korban diantaranya masih dinyatakan hilang sampai saat ini,” jelasnya.


Lebih jauh Adis menuturkan, proses pencarian terhadap satu anak yang masih dinyatakan hilang ini masih terus dilakukan pihaknya dengan menggunakan satu unit kapal patroli dari Sat Polairud Polres Karawang. Selain petugas kepolisian, upaya pencarian juga dibantu oleh sejumlah nelayan Ciparage dengan terus menyusuri sekitaran perairan Muara Kali Cibulan-bulan yang menjadi lokasi tenggelamnya seorang bocah berusia 9 tahun itu.


“Hingga Kamis dinihari, petugas dari Tim Sat Polairud Polres Karawang yang dibantu oleh sejumlah nelayan di Ciparage Jaya, terus berupaya dalam melakukan proses pencarian kepada korban yang masih hilang usai terseret derasnya arus air sungai dengan air laut. Jadi kami pastikan bahwa proses pencarian kepada korban, masih akan terus dilakukan,” pungkasnya.


Sampai berita ini diturunkan, korban tenggelam yang bernama Fauzi belum diketemukan,(red/Kus).