Biden Minta Kongres Setujui Tambahan Bantuan untuk Ukraina
Gedung Putih meminta kongres menyetujui tambahan bantuan senilai miliaran dolar AS lagi untuk Ukraina. Permintaan itu disampaikan setelah ofensif balasan Ukraina terhadap pasukan Rusia yang terus berlanjut bakal menghadapi cuaca dingin dan kondisi-kondisi yang semakin berat.(22/9/23).
Presiden Amerika Serikat Joe Biden berharap mendapatkan perspektif medan perang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ketika keduanya bertemu di Gedung Putih pada Kamis (21/9/2023) waktu setempat.
"Ini sungguh momen yang kritis. Karena kita sudah memasuki musim gugur," kata juru bicara Gedung Putih John Kirby seperti dilansir Reuters.
Dia menambahkan bahwa Gedung Putih sudah mendesak Zelenskyy agar bertemu dengan parlemen AS untuk menyampaikan pendapatnya mengenai bantuan militer berkelanjutan. Mengingat sejumlah anggota parlemen mengungkapkan keberatannya.
"Maka percayalah, beban mempertahankan integritas kedaulatan dan wilayah, akan jauh lebih besar baik. Dalam darah maupun harta, termasuk darah rakyat Amerika," ujarnya.
Biden yang berasal dari Partai Demokrat, mendesak Kongres memberikan tambahan bantuan senilai 24 miliar dolar AS atau setara Rp369,33 triliun untuk Ukraina dan kebutuhan-kebutuhan internasional lainnya akibat invasi Rusia.
Rekan-rekan Biden dari Partai Demokrat menguasai Senat, tapi Partai Republik tipis menguasai DPR. Republik sudah mengisyaratkan akan menolak permintaan tersebut.
"Kami berpandangan adalah penting sekali bagi kongres mendengar langsung dari Presiden Zelenskyy. Tentang apa yang dia hadapi dalam ofensif balasan ini dan apa yang perlu dia lanjutkan," ucapnya.(*)
