Kementan RI menegaskan, Hari Tani Nasional merupakan sejarah penting dalam perjuangan golongan petani untuk Indonesia. Peringatan Hari Tani Nasional setiap 24 September, jangan sebatas ceremoni belaka.

Foto : Demo Petani dan aktivis tani di Karawang
(foto ilustrasi Facebook milik Kang Pipik)

"Ini sejarah memperingati perjuangan golongan petani hingga pembebasan mereka dari kesengsaraan. Tidak lagi kita merayakan Hari Tani dengan ceremoni, pemerintah perlu melakukan introspeksi evaluasi terhadap upaya-upaya meningkatkan kesejahteraan petani," kata Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan Dan Hubungan Internasional Kementan, Inti Pertiwi Nashwari saat, Senin (25/9/2023).


Pertiwi mengatakan, pemerintah harus meningkatkan harkat dan martabat petani. Oleh sebab itu, persoalan tersebut menjadi hal penting dalam Hari Tani Nasional tahun ini.
Foto : Demo Petani di Karawang (foto ilustrasi Facebook milik kang Pipik)

"Kalau bicara zaman Orde Baru, ada program Panca Usaha Tani, kita juga sudah punya jaminan regulasi kesejahteraan petani. Melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani," ucapnya.


Maksudnya dari Undang-Undang tersebut, Pertiwi menjelaskan, adanya upaya-upaya membantu petani dalam menghadapi permasalahan yang mereka hadapi. Seperti, kesulitan mendapatkan sarana produksi, pupuk bening, kemudian resiko harga gagal panen.

"Saat ini yang sedang terjadi adalah perubahan iklim, yaitu dari perlindungan. Berarti, kewajiban kita khususnya di sini pemerintah untuk melakukan perlindungan kepada petani," ujarnya.

Semnetara itu, semenjak kemarin di Kabupaten Karawang sudah beredar seruan untuk berdemo berupa Aksi Organisasi Lintas Sektor Bersatu dalam Peringati Hari Tani Nasional ke 63.

Demo tersebut membawa misi atau tuntutan sebagai berikut:

Hari Tani Nasional ke-63 akan menjadi momentum penting bagi berbagai organisasi lintas sektor untuk bersatu dalam aksi yang mengusung tema "Laksanakan Reforma Agraria, Bangun Industrialisasi Pertanian."

Dalam aksi ini diinisiasi oleh Serikat Pekerja Tani Karawang (SEPETAK), Serikat Tani Karawang (SETAKAR), Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu (STTB), Paguyuban Pemuda Tani Karawang (PPTK), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Lembaga Bantuan Hukum Cakra (LBH CAKRA), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang (BEM UBPK), dan bertujuan untuk mengkampanyekan sejumlah isu krusial dalam sektor pertanian dan agraria.

Isu-isu utama yang menjadi fokus kampanye dalam peringatan Hari Tani Nasional 2023 ini adalah:

1. Tanah untuk Rakyat: Memperjuangkan hak rakyat atas tanah yang sah dan layak untuk diolah oleh tani.
   
2. Usut Tuntas Korupsi di Sektor Agraria: Menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam mengusut kasus korupsi di sektor agraria yang merugikan petani dan masyarakat.

3. Copot Kepala Kantor BPN Karawang: Mendesak pemecatan kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang yang terlibat dalam tindakan yang merugikan petani.

4. Modal untuk Petani: Mendorong pemberian modal dan dukungan yang cukup kepada petani agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

5. Tolak PHK Massal dan Sepihak Buruh: Menolak tindakan PHK massal yang tidak adil terhadap buruh dan pekerja tani.

6. Bayarkan Kompensasi Nelayan Korban Oil Spill: Menuntut pihak PERTAMINA untuk memberikan kompensasi yang adil kepada nelayan yang menjadi korban tumpahan minyak.

7. Bubarkan Perhutani: Mendorong pembubaran perhutani demi mengembalikan tanah kepada rakyat dan masyarakat setempat.

8. Berikan Pendidikan Gratis: Memperjuangkan hak masyarakat atas pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.

9. Tolak Pembungkaman ORMAWA Universitas Buana Perjuangan Karawang: Mendesak pihak terkait untuk tidak membungkam organisasi mahasiswa yang berjuang untuk keadilan.

Aksi peringatan Hari Tani Nasional ini akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 25 September 2023, dimulai dari pukul 08:00 hingga selesai. Rute dan titik aksi yang akan dilalui meliputi:

Foto : Polisi dari Polres karawang Berjaga di lokasi demo
(foto  Facebook milik Kang Pipik)
1. Universitas Buana Perjuangan Karawang: Titik kumpul dan mimbar bebas tentang isu-isu pendidikan serta mendorong perguruan tinggi untuk lebih aktif dalam riset-riset masalah agraria dan pengabdian masyarakat serta menghentikan pembungkaman terhadap ORMAWA UBP Karawang.

2. Pengawasan Ketenagakerjaan Karawang: Aksi bersama buruh menolak PHK Massal.

3. ATR/BPN dan Pemda Karawang: Mimbar bebas tentang isu-isu agraria dan menuntut kepala kantor BPN Karawang untuk dicopot.

4. Kejaksaan dan DPRD: Mimbar bebas terkait korupsi di sektor agraria yang dilakukan oleh oknum BUMN dan pejabat negara.

Masyarakat di Karawang yang mendukung aksi ini sangat diharapkan untuk bergabung dan memberikan dukungan kepada petani dan berbagai organisasi yang terlibat dalam aksi ini. Bersama-sama, kita dapat mewujudkan perubahan positif dalam sektor pertanian dan agraria demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.

Kordinator Aksi
081382605030

Narahubung Aksi
Komite Aksi Hari Tani Nasional 
1. SEPETAK
2. SETAKAR
3. STTB
4. LBH CAKRA 
5. KPBI
6 PPTK
7. BEM UBPK
(*)