*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Penerapan Strategi Membaca Pemodelan untuk Meningkatakan Kualitas Siswa Kelas Bawah Lancar dalam Membaca

Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 
Foto : Peserta Didik sedang membaca dalam ruangan perpustakaan



Membaca juga merupakan modal utama dalam upaya meningkatkan kompetensi, baik pada dunia akademik maupun professional. Kemampuan memahami teks merupakan kunci keberhasilan. 

Namun, kenyataanya tidak semua orang memiliki keterampilan membaca yang sama.
 
Akibat kondisi ini, sekolah mendapatkan hasil yang kurang memuaskan yang tersimpan di data rapor pendidikan dengan kriteria merah pada kompetensi literasinya. Oleh karenanya, perlu adanya suatu upaya untuk mengubah kondisi tersebut melalui kegiatan-kegiatan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru-guru.
 
Salah satu solusi untuk permasalahan tersebut adalah ‘membaca pemodelan’. 
Foto : Peserta didik diajak membaca di ruang terbuka


Dalam artikel ini, penulis akan membahas konsep dasar, manfaat dari strategi membaca pemodelan, dan bagaimana strategi ini bisa diterapkan di dunia pendidikan.
 
Dampak terhadap Peserta Didik

Kurangnya pemahaman dalam membaca jelas berdampak kepada proses peningkatan literasi, terutama kepada pembelajaran. Itu membuat materi apa pun yang disampaikan ketika ada stimulus berupa bacaan menjadi tidak memuaskan. Bahkan, minat baca para peserta didik pun mejadi berkurang. Apalagi jika diminta untuk menghasilkan sebuah karya tulisan.
Foto : Peserta Didik sedang membaca dalam ruangan perpustakaan


Hal ini berdampak sekali kepada hasil rapor pendidikan yang diambil dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Padahal AKM adalah penilaian kompetensi mendasar yang dilakukan oleh siswa kelas 5, guru, dan kepala sekolah.

Konsep Dasar Membaca Pemodelan

Guru merupakan figur dan model yang layak ditiru oleh siswa. Begitu pun dengan membaca pemodelan, guru bisa memberikan contoh secara langsung terkait cara membaca yang benar, mulai dari pelafalan serta intonasi dan ekspresi.

Dengan begitu, para peserta didik terutama mereka yang duduk di kelas bawah ketika melihat gurunya melakukan hal tersebut sebuah kegiatan yang menyenangkan. 

Apabila peserta didik sudah merasa senang, tentunya itu akan mempermudah untuk melakukan kegiatan membaca.

Salah satu cara spesifik yang dapat dilakukan dari strategi membaca pemodelan adalah dengan menggunakan huruf atau tulisan yang berukuran besar serta dilengkapi dengan gambar yang sesuai dengan ceritanya. Selain itu, tema cerita pun dianjurkan mengenai sesuatu yang lebih dikenal oleh peserta didik.

Setelah dicontohkan dengan cara membaca yang lengkap, dari mulai intonasi, pelafalan, hingga ekspresi, pendidik harus melakukannya berulang-ulang, terutama ketika menemukan kosakata yang baru dikenal oleh peserta didik.  
Foto : Peserta Didik sedang membaca dalam ruangan perpustakaan


Strategi yang diterapkan sebagai upaya mengatasinya

Strategi membaca pemodelan adalah metode yang digunakan untuk mengajarkan kepada pembaca bagaimana cara membaca teks dengan lebih baik. Ini melibatkan proses antara seorang guru (pembaca) yang lebih terampil secara bersamaan dengan pembaca yang kurang terampil. 

Strategi tersebut dilakukan bersamaan dengan menjelaskan dan memodelkan lafal teks, intonasi dan eksfresi yang benar Teknik ini melibatkan langkah-langkah berikut:

1. Guru (Pembaca) terampil membaca teks dengan pemahaman tinggi.

2. Mereka menjelaskan secara eksplisit proses berpikir saat membaca.

3. Pembaca yang kurang terampil mengamati dan memahami bagaimana pembaca terampil mencerna teks.

4. Mereka mengidentifikasi strategi-strategi membaca yang efektif secara bersama-sama,

Manfaat Strategi Membaca Pemodelan

1. Meningkatkan kemampuan membaca lancar pada asfek Pelafalan

Salah satu manfaat utama dari strategi membaca pemodelan adalah peningkatan kemampuan membaca secara lancar . Melalui pemodelan ini peserta didik dapat melafalkan teks atau bacaan sesuai dengan tulisan.

2. Meningkatkan kemamapuan membaca lancar pada asfek Intonasi

Strategi membaca pemodelan juga membantu peserta didik dalam peningkatan membaca secara lancar disertai intonasi yang indah dan sesuai isi bacaan.

3. Meningkatkan kemamapuan membaca lancar pada asfek ekspresi

Strategi membaca pemodelan juga membantu peserta didik dalam peningkatan membaca secara lancar disertai ekspresi, mimik dan gaya yang baik sesuai isi bacaan.
 
4. Dapat memahami bacaan yang kompleks

5. Peningkatan Motivasi

Pesan bagi guru 

Foto : Peserta Didik sedang membaca dalam ruangan perpustakaan

Keberhasilan dalam melakukan sesuatu tentu berawal dari sebuah perjuangan dan pengorbanan. Semua itu dilakukan tanpa pamrih. Julukan guru sebagai orang yang “digugu” dan “ditiru” patut kita pertanggungjawabkan kepada orang tua yang telah menitipkan anaknya kepada kita. 

Mereka terkadang percaya bahwa anak-anaknya bisa saja lebih menurut kepada gurunya. Oleh karenanya, lakukan berbagai strategi pembelajaran, terutama dalam meningkatkan literasi di kelas awal. Salahsatunya yaitu strategi pemodelan.
Foto : Herni Nuraeni, S.Pd


Lengkapi strategi pemodelan ini dengan koleksi buku-buku besar di kelas anda sehingga peserta didik termotivasi dan dapat meningkatkan minat membaca sejak dini. 

Lakukan dengan kontinu dan berkesinambungan. Pada akhirnya, saat pelaksanaan AKM di kelas 5, peserta didik dapat meningkatkan pemahaman membaca yang kompleks.

Karya: Herni Nuraeni, S.Pd

Pengawas SD di Korwilcambidik Kecamatan Lemabangabang, Kabupaten Karawang.

Komentar0