Breaking News
---

Waspada, BNN Temukan Narkoba Kratom Beredar di Lingkungan Pelajar

Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Garut menemukan jenis narkoba baru bernama kratom beredar dan disalahgunakan kalangan pelajar di Kabupaten setempat, sehingga perlu diwaspadai peredarannya karena berbahaya bagi kehidupan manusia.

Foto : Logo BNN

"Ditemukan di lapangan oleh kami di lingkungan pendidikan yakni pelajar," kata Kepala BNN Kabupaten Garut Deni Yusdanial saat jumpa pers akhir tahun 2023 kinerja BNN dalam program Tim Terpadu Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) di Pendopo Kabupaten Garut, Rabu.

Ia menuturkan BNN menyebutkan bahwa kratom tersebut diduga memiliki kandungan narkotika yang sama berbahayanya bagi kehidupan manusia, sehingga perlu diwaspadai peredarannya oleh semua kalangan masyarakat.

Namun tanaman tersebut, kata dia, saat ini belum ditetapkan undang-undang atau diatur dalam Peraturan Kementerian Kesehatan sebagai barang narkotika seperti jenis narkotika lainnya.

Meski begitu, lanjut dia, BNN Garut melakukan upaya pencegahan agar barang yang disinyalir mengandung narkotika itu tidak disalahgunakan masyarakat.

"Kemarin sudah kita temukan bahwa sudah ada peredaran, dan jenis kratom sedang dikaji, belum terangkum dalam undang-undang narkotika," katanya.

Ia menjelaskan kratom selama ini merupakan tanaman herbal yang tumbuh di luar daerah Garut yang keberadaannya harus diwaspadai karena memiliki efek yang sama seperti narkotika.

Barang tersebut, kata dia, ditemukan BNN Garut saat melakukan penyelidikan jaringan New Psychoactive Substances (NPS) di Kabupaten Garut, dan ditemukan ada orang yang menyalahgunakannya.

"Ketika ditelusuri, betul kedapatan di situ ada NPS jenis kratom," katanya.

Ia menjelaskan kratom yang ditemukan BNN Garut sudah berbentuk irisan yang oleh pemiliknya akan dikonsumsi dengan cara diseduh untuk mendapatkan efeknya. "Digunakannya dengan cara diseduh, seperti jamu, dan dampaknya sama," katanya.

Ia menyampaikan barang tersebut diperoleh dari luar daerah Garut yang saat ini sudah diamankan, sedangkan pemiliknya tidak diamankan karena belum ada dasar undang-undangnya.

BNN Garut, lanjut dia, selama ini  akan terus menelusuri sejauh mana peredaran dan penyalahgunaan kratom di Kabupaten Garut, khususnya di lingkungan pelajar, ke depan BNN juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya kratom.

"Ini akan diteliti dan menjadi bahan edukasi tahun 2024, nanti akan jadi konten informasi bagaimana mengantisipasi agar jangan sampai lebih marak," katanya.

Sebelumnya melansir dari Antara, Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Garut, Jawa Barat terus mendalami dua sindikat peredaran narkotika jenis ganja lintas provinsi untuk mengungkap tuntas agar jaringannya bisa terputus dan tidak ada lagi peredaran ganja di Garut maupun daerah lainnya.

"Tahun ini ada dua sindikat yang kita tangani terkait peredaran, dua-duanya ganja," kata Kepala BNN Kabupaten Garut AKBP Yus Danial saat jumpa pers akhir tahun 2023 dalam program Tim Terpadu Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) di Pendopo Kabupaten Garut, Rabu

Ia menuturkan selama ini BNN Garut terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Garut.

Kasus yang saat ini ditangani BNN Garut, kata dia, terkait dua jaringan peredaran ganja yang awalnya diketahui terjadi peredaran di wilayah Kecamatan Pangatikan dan Kecamatan Banyuresmi.

"Dua jaringan berhasil diungkap di daerah Pangatikan, Banyuresmi," katanya.

Ia mengungkapkan BNN Garut saat ini terus mengusut dengan melakukan teknik penyelidikan agar bisa mengungkap tuntas jaringan peredaran ganja tersebut.

Menurut dia, upaya mengusut tuntas jaringan peredaran ganja itu membutuhkan waktu dan kesabaran, apalagi jaringan yang saat ini ditangani merupakan jaringan lintas provinsi.

"Dua jaringan ini lintas provinsi memerlukan penelitian yang cukup lama bagaimana mengungkap kasus tersebut," katanya. Ia menyampaikan dalam program P4GNPN di Garut dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan selama satu tahun ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dengan melaksanakan berbagai kegiatan edukasi tentang narkoba.

Selain itu, lanjut dia, BNN Garut juga memberikan pelayanan rehabilitasi bagi siapa saja yang ketergantungan narkoba untuk mendapatkan penanganan medis rawat inap maupun rawat jalan.

"Klinik Pratama layanan rawat jalan sudah memenuhi SNI, kualitas layanannya sudah kita arahkan yang standar dan layanan masyarakat gratis," katanya.(*)
Baca Juga:
Posting Komentar
Tutup Iklan