Nace Permana, calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem untuk Dapil VII Jawa Barat, menyampaikan keberatannya terkait perubahan yang terjadi pada jumlah suara yang diperolehnya dalam pemantauan quick count yang dilakukan oleh KPU RI.
Nace Permana, calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem untuk Dapil VII


"Terjadi perubahan angka quick count yang dilakukan oleh KPU, di mana pada tanggal 17 Februari kemarin angka saya stabil di 13.412 suara. Namun, pada tanggal 18-19 ini, terutama pada tanggal 18, terjadi ketidakpastian seakan-akan quick count yang dilakukan oleh KPU dihentikan. Namun, tadi pagi ketika dibuka lagi, suara saya malah jeblok tinggal 2000 sekian," ungkap Nace Permana.

Perubahan drastis ini menuai keberatan dari Nace, yang menganggap bahwa KPU tidak profesional dalam melakukan penghitungan suara rakyat. "Ini dianggap main-main oleh KPU. Saya merasa dirugikan dengan kejadian ini dan akan melakukan komplain terhadap KPU. Bila perlu, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan demo ke KPUD, karena ini terjadi antara KPU Karawang, Purwakarta, dan Bekasi," tegasnya.

Menurut Nace, perubahan angka quick count yanh terjadi di Jabar VII ini penuh dengan kejanggalan. "Hari ini saya mengajak semua calon-calon yang kalah juga untuk ikut melakukan protes karena terjadi penurunan drastis. Ini sangat kelihatan ada by design, ada pengiringan seakan-akan siapa yang akan menjadi anggota DPR RI," paparnya.

Nace Permana menyatakan bahwa perubahan ini jelas-jelas direncanakan, bukan kesalahan yang tidak sengaja terjadi. "Ini bukan hal yang bisa dikatakan sebagai error. Ini adalah suara rakyat yang harus kita perjuangkan," tandasnya sambil menegaskan permintaannya agar ketua KPU bersikap gentlemen dengan mundur dari jabatannya karena tidak memenuhi standar profesionalitas yang diharapkan dalam proses penghitungan suara rakyat.(*)