Menteri PANRB  Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebuhutan ASN guru dan tenaga pendidikan. (27/2/24).


Foto ilustrasi : Pelaksanaa CPNS 2023

Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik, baik dari jalur CPNS maupun PPPK disertai dengan kualitas rekrutmennya menjadi prioritas pemerintah. 

Oleh sebab itu, tahun ini pemerintah membuka formasi khusus bagi tenaga pendidikan dan kesehatan pada rekrutmen ASN 2024. Anas mengungkapkan, dari total kebutuhan ASN tahun ini berjumlah 2.302.543 formasi, 22 persennya dialokasikan untuk tenaga pendidikan daerah.  

Hal itu disampaikannya pada pembukaan Rakor Pengadaan ASN Guru pada Instansi Daerah Tahun 2024 secara virtual, Senin (26/2/2024). 


“Untuk kebutuhan ASN di Pemda telah disiapkan 419.146 atau 22,45 persen untuk pemenuhan ASN guru di instansi daerah,” ujar Anas dalam siarna pers yang diterima, Selasa (27/2/2024).

Ia pun merincin, kebutuhan instansi pusat terdiri dari 207.247 CPNS yang akan dibuka untuk berbagai lowongan. Mulai dari dosen, guru, tenaga kesehatan, dan teknis. 

Sedangkan 221.936 kebutuhan PPPK akan dibuka lowongan guru, tenaga Kesehatan, serta tenaga teknis. Sementara untuk kebutuhan instansi daerah sebesar 483.575 CPNS untuk lowongan teknis.

Selain itu 1.383.758 kebutuhan PPPK untuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Menurutnya, usulan formasi sedianya sudah ditutup pada akhir Januari lalu. 

Per saat ini, lanjutnya, telah masuk usulan dari 478 instansi daerah untuk formasi guru. Sebanyak 169 instansi daerah mengusulkan 22.142 formasi guru CPNS. 

Sedangkan 155.151 usulan PPPK diajukan oleh 467 instansi daerah. Meski demikian, pemerintah membuat kebijakan khusus untuk usulan formasi guru.

“Kami mengimbau daerah agar mengoptimalkan usulan formasi yang sudah disediakan oleh pemerintah,” ujarnya. Dari sisi lain, Menteri Anas juga berkomitmen untuk menyelesaikan penataan tenaga non-ASN yang targetnya rampung pada akhir tahun ini. 

“Penyelesaian tenaga non-ASN ini kami dasarkan pada database yang ada di BKN,” ucapnya. Sementara itu, Plt Deputi Bidang SDM Aparatur kementerian PANRB Aba Subagja menjelaskan, pihaknya membuka ruang lebih untuk usulan guru. 

Khusus instansi daerah di regional 2 masih bisa mengusulkan kebutuhan guru melalui e-formasi hingga 2 Maret 2024. “Dengan afirmasi ini, harapannya Kemendikbudristek bisa mengoptimalkan usulan guru, bahkan kalau bisa hingga memenuhi target satu juta guru,” ujar Aba.(*)