Sebelumnya telah dikabarkan,pada pekan lalu telah digelar  upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2024 di Halaman Kodim 0604 Karawang.(22/4/2/24).

Komandan Kodim 0604, Letkol Inv Dede Hermawan mengatakan, jumlah personil yang akan turun sedikitnya ada 200 personil. Lokasi yang menjadi fokus TMMD adalah Desa Sindang Mukti, Kecamatan Kutawaluya.

Hari Ini, Kamis (29/2/24), Polres Karawang melalui unit Binmas Polres setempat langsung terjun sejumlah personil ke lapangan dengan mengikuti kegiatan Non Fisik TMMD Imbangan tahun 2024 Kodim 0604 Karawang di Desa Sindang Mukti, Kecamatan Kutawaluya.

Foto : Bripka Fery Kurniawan berikan penyuluhan di Sindang Mukti

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kanit Binpolmas beserta anggota Satbinmas Polres Karawang, Kepala Desa Sindangmukti, personil Kodim 0604 Karawang, dan warga masyarakat Desa Sindang Mukti.

Bripka Ferry Kurniawan sebutkan, Satbinmas Polres Karawang menyampaikan tentang pentingnya orangtua memberikan contoh keteladanan yang baik kepada anak-anaknya, artinya tidak hanya menyuruh untuk berbuat saja. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh anak-anak. 

Ferry Kurniawan kepada hadirin yang berada dilokasi kegiatan penyuluhan non fisik meminta para orang tidak bermain HP dan tidak merokok di depan anak, tanamkan budaya beretika atau menghormati yang lebih tua, tidak meninggikan suara ketika berbicara, namun para orang harus mengajarkan pentingnya budi pengerti dan bakti,patuh juga taat beragama termasuk tetap menjaga silahturahmi, selain ditanamkan jiwa sosial misal mau saling membantu ketika ada yang membutuhkan antar sesama. 

Maka dari itu, lebih lanjut jelaskan Ferry Kurniawan, kita harus menerapkan di setiap harinya dengan keteladanan yang baik agar dapat menjalankan hidup positif, saling menghormati dan saling menjaga lingkungan. Ini semua sesuai dengan perpolisian masyarakat yang bersifat preemtif guna menjaga dan memelihara Kamtibmas. 

Ferry Kurniawan sampaikan pula informasi terkait bahayanya Narkoba. 

Di harapkan warga atau masyarakat setelah menerima informasi atau materi ini bisa mengedukasi kembali guna mencegah dan mampu menciptakan daya tangkal terhadap peredaran Narkoba terhadap orang sekitarnya, tegas dia.

Bripka Ferry Kurniawan saat ditanya pendapatnya atas kejadian meninggalnya seorang santri di Kediri, Jawa Timur. Santri tersebut tewas karena diduga mendapatkan aksi perundungan (bullying). 

Ia menegaskan, peristiwa ini sangat memprihatinkan bahkan menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia.  

"Ini menjadi alarm keras bagi institusi atau lembaga keagamaan berbentuk boarding school untuk lebih memberikan perlindungan kepada para santri mereka. Saya berharap tidak ada lagi anak yang menjadi korban akibat kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan,” harap Bripka Ferry Kurniawan.(*)