Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Diduga Ngoplos Toko Beras Digrebek Satgas Pangan

Satgas Pangan Polda Metro Jaya melakukan penggrebekan pada salah satu toko beras di bilangan Sawangan, Kota Depok, Rabu 21 Februari 2024. Operasi ini dalam rangka mengendalikan harga beras di pasaran yang cukup tinggi akhir-akhir ini.(3/3/24).

Toko Beras GP yang digrebek Satgas Pangan di Simpang Parung Bingung, Sawangan, Jumat (1/3)

Sebanyak enam Anggota dari Unit 5 Subdit 1 Indag Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, menggrebek Toko Beras GP, saat melakukan pengemasan beras ke dalam karung ukuran 20 kg. Diduga Toko Beras GP mengoplos beras bulog dengan beras menir, dan mengemasnya tanpa izin.

Herri, pemilik Toko Beras GP mengakui adanya penggrebekan itu, pada Rabu pekan lalu. Anggota melakukan pengecekan dan mendapati karyawannya sedang mengemas beras ke dalam karung ukuran 20 kg. Lalu, Anggota Polisi itu membawa anak Herri, yaitu Iyus dan beberapa karung barang bukti ke Polda Metro Jaya.

Herri menjelaskan, bahwa pihaknya tidak benar mengoplos beras dan mengemasnya kembali untuk dijual kepada masyarakat. Pihaknya hanya mengemas beras yang sudah dibeli konsumen Ipah ke dalam karung ukuran 20 kg atas permintaan si pembeli.

"Jadi kami ada pembeli (Ipah) beli beras total 39 karung ukuran 50 kg. Kemudian ia meminta agar beberapa karung beras yang ia beli ke dalam ukuran 17 kg sebanyak 21 karung ukuran 20 kg, dan 24 kg ke dalam 13 karung ukuran 25 kg," kata Herri, di Pertigaan Parung Bingung, Sawangan, Jumat (1/3/2024).

"Lalu sisanya, ia meminta beras ukuran 50 kg, dikurangi menjadi 48 kg." imbuh Herri. Ipah secara spesifik meminta beras bulog dan menir yang ia beli agar di kemas ulang ke dalam karung ukuran 20 kg, dan 25 kg menggunakan karung beras Ikan Lele Super.

"Jadi kami hanya mengemas ulang atas permintaan konsumen. Ini kan salah satu pelayanan toko ya, karena semua juga begitu, bukan toko kami saja," kata Herri. Sedangkan karungan Ikan Lele Super ukuran 20 kg, dan 25 kg untuk kemasan ulang beras Ipah, dibeli Herri melalui online.

Herri menceritakan, bahwa Ipah meminta beras yang ia beli dikemas ulang ke karung lebih kecil ukuran 20 kg dan 25 kg untuk paket arisan. Karena harga beras sedang tinggi, si konsumen menyiasati dengan mengoplos dan mengurangi berat agar harganya masuk.

"Misal mereka arisan beras 20 kg pada waktu itu di saat harga beras Rp12.000 per kg. Kalau mereka butuh buat lebaran ini kan harga segitu ngga masuk, karena harga beras medium aja udah Rp13.500 per kg, makanya ia (Ipah) melakukan pengemasan ulang melalui kami." ujarnya.

"Sebenarnya ini yang melakukan pengemasan ulang si pembeli, kami hanya membantu si pembeli. Karena beras bulog maupun menir yang ia beli dari kami di harga standard yang ia kemas." tutur Herri.

"Beda cerita ketika kami yang mengoplos, kami kemas dan kami jual dengan harga yang berbeda, itu kami salah. Kami pun ngga beranilah, kami cumam toko beras retail kok," katanya.

Dari hasil penelusuan RRI, karung beras "Beras Slyp Super, Ikan Lele Super" di jual umum dan dapat dibeli dengan mudah melalui toko online di harga Rp1.825-4.000 per buah.(*)

Hide Ads Show Ads