KAI Diminta Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran
Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) meminta PT. KAI untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dalam menghadapi mudik Lebaran tahun 2024 ini. Selain itu, PT. KAI juga perlu mengantisipai cuaca ekstrem yang berdampak pada sejumlah daerah di Indonesia.
"Pada musim hujan ini, daerah tertentu, seperti Semarang, sedang mengalami banjir. Hal ini tentu memengaruhi perjalanan kereta api, namun KAI telah menyusun langkah alternatif, seperti pengalihan melalui Yogyakarta, meskipun dapat menambah waktu perjalanan sekitar 4 sampai 5 jam," kata Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) Hermanto Dwiatmoko, Jumat (15/3/2024).
Hermanto juga menyoroti peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan transportasi kereta api dan langkah-langkah yang diambil untuk mengakomodasi peningkatan tersebut. Menurutnya, PT> KAI perlu meningkatan pelayanannya.
“Meski selama ini pelayanan sudah mulai bagus, dengan pemesanan tiket yang dapat dilakukan 30 hingga 90 hari sebelumnya. KAI juga menambah jumlah kereta dan kapasitas penumpang untuk mengakomodasi lonjakan ini," ujarnya.
Dalam konteks keselamatan dan kenyamanan penumpang, Hermanto menegaskan pentingnya ketepatan waktu dan peningkatan infrastruktur kereta api. Selain itu, Hermanto meminta kepada calon penumpang kereta api untuk melakukan pemesanan tiket dengan waktu yang cukup jauh sebelumnya.
“Calon penumpang perlu menghindari membawa barang berharga yang mencuri perhatian, dan mempersiapkan diri untuk perpindahan moda transportasi setelah tiba di stasiun tujuan,” ucapnya.
Dengan evaluasi dan persiapan yang matang, diharapkan perjalanan mudik menggunakan kereta api dapat berlangsung lancar dan aman bagi semua penumpang.
Peningkatan angka pemudik dalam menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum apakah masyarakat perkeretaapian indonesia melihat potensi itu
Hermanto mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang membuka kesempatan untuk penumpang membawa motor. Dengan menyiapkan kereta api khusus dan juga membawa motor termasuk orangnya.
“Jadi, itu salah satu ini kereta api ekonomi salah satu cara untuk memindahkan orang dari naik motor langsung naik kereta api. Keselamatan lebih terjamin,” katanya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membuka penjualan tiket kereta api periode angkutan Lebaran mulai 15 Februari 2024 atau H-45. Terutama untuk keberangkatan 31 Maret 2024 atau H-10 Lebaran.
"Kami mengingatkan kepada pelanggan agar teliti dalam memasukkan tanggal, memilih rute, dan memasukkan data diri pada saat melakukan pemesanan. Rencanakan perjalanan sebaik mungkin termasuk estimasi waktu perjalanan menuju ke stasiun agar tidak tertinggal keretanya," kata Vice President Public Relations KAI Joni Martinus, Rabu kemarin.
Ia mengatakan tiket dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id serta seluruh saluran resmi pemesanan tiket KA lainnya.
KAI, kata Joni, terus melakukan inovasi terbaru untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, salah satunya dengan menerapkan sistem antrean saat pembelian tiket kereta api jarak jauh.(*)


