Pemerintah Malaysia menetapkan puasa tahun ini dimulai pada Selasa (12/3/2024). Pengamatan hilal di 29 titik yang dilakukan pada Minggu selepas magrib, tidak melihat penampakan hilal.

Tan Sri Syed Danial, Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja di Malaysia, saat mengumumkan awal puasa 1 Ramadan 1445 H, Minggu (10/3/2024) petang (Foto: Kosmo)

Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja di Malaysia, Tan Sri Syed Danial Syed Ahmad, telah menandatangani penetapan 1 Ramadan 1445 H untuk Malaysia. Ini berarti Syakban tahun ini di Malaysia digenapkan 30 hari.

“Permulaan puasa bagi negara-negara di seluruh Malaysia selanjutkan ditetapkan menurut perintah dari Yang Dipertuan Agong Sultan Ibrahim. Ini setelah diperkenankan oleh Duli-Duli Yang Maha Mulia Raja-Raja,” kata Tan Sri.

Adapun 29 lokasi yang melakukan pengamatan hilal pada 29 Syakban atau Minggu petang ini antara lain Pontian Kecil di Johor, Port Dickson (Negeri Sembilan), Pantai Pasir Panjang (Perak), hingga Kampung Pulau Sayak (Langkawi).

Hasilnya semua petugas yang melakukan pengamatan hilal, telah mengucap sumpah tidak melihat hilal. Dengan demikian Senin nanti bertepatan dengan 30 Syakban 1445 H.

Lalu di Kesultanan Brunei Darussalam mengumumkan hari pertama puasa atau 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa pula (12/3/2024). Pengumuman disiarkan kepada media pada Minggu selepas maghrib hari ini.

Seperti dilansir dari Radio Televisi Brunei (RTB), Minggu hari ini yang bertepatan dengan 29 Syakban, otoritas yang telah ditunjuk untuk mengamati hilal menyatakan tidak melihat penampakan bulan sabit. Dengan begitu Syakban digenapkan menjadi 30 hari.

“Pengamatan di berbagai titik yang telah ditentukan, tidak dapat melihat hilal atau bulan sabit. Seluruh titik pengamatan ditempatkan di lokasi paling strategis, tetapi tetap tidak mampu melihat hilal,” begitu pengumuman dari Kesultanan Brunei.

Dengan demikian umat muslim Brunei akan mulai puasa pada Selasa. Artinya mereka baru menjalankan salat tarawih pada Senin malam.

Di Australia puasa juga akan dimulai Selasa. Ini berdasarkan pernyataan dari Mufti Agung negara tersebut.(*)