Breaking News
---

Class Meeting, Siswa PMR SMAN 1 Tempuran Mandiri Wirausaha Demi Seragam PDH

Sambil menunggu raport dibagikan di semester ganjil, class meeting yang menjadi wahana ekspresi 'unjuk kabisa' di bidang seni dan olahraga antar kelas, di manfaatkan anggota Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) untuk berwirausaha selama 4 hari terakhir. Tak tanggung-tanggung, dengan modal Rp150 ribuan dari kas anggota PMR, dalam sehari mampu menjajakan makanan ringan di sekolah, mampu beromset Rp400 ribuan dalam sehari. 
Foto : Kemandirian berwirausaha Anak PMR SMAN 1 Tempuran


"Iya ini kita dagang crispy jamur, minuman dingin seperti juss, dan makanan Snack lainya. Dari modal Rp150 ribu yang kita ambil dari kas, Alhamdulillah dalam sehari mampu berjualan dan menghasilkan Rp400 ribuan, " Kata Anggota PMR SMAN 1 Tempuran, Selfie, Jumat (21/6/2024).

Menurut selfie, hasil dari wirausaha ini selain mampu menambah kas, juga bisa untuk membeli seragam PDH PMR secara mandiri. Sehingga ketika ikut kegiatan Jumbara PMI, hasil ini mampu membanggakan karena dari keringat usaha ekstrakurikuler. 

Pembina PMR SMAN 1 Tempuran, Sunarto S.pd mengatakan, wirausaha anak PMR ini dilakukan mereka setiap tahun meskipun berganti regenerasi. Class meeting adalah momen siswa bebas untuk ekspresi bakat olahraga dan seni, sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terhenti sejenak untuk kemudian dibagikan nilai raport. Wal hasil, jajanan yang di jajakan anak PMR ini mampu menghasilkan 'cuan' yang mereka manfaatkan salah satunya untuk menyempurnakan perbekalan jelang pagelaran Jumbara PMI Cabang Karawang. 
"Di PMR itu ada sikap dan pribadi kemandirian. Mereka mengaplikasikannya dengan mandiri berwirausaha dengan memanfaatkan dana kas iuran patungan mereka, sehingga uang tersebut terus di putar dan bertambah, " Ungkapnya memuji.

Sebagai ekstrakurikuler andalan yang selalu meraih gelar juara di tingkat Kabupaten, bahkan berkali-kali jadi wakil Karawang, PMR SMAN 1 Tempuran ini harus terus berbenah menjadi yang terbaik dalam merealisasikan nilai-nilai kepalang merahan. Ini, sebut Sunarto tidak melulu soal sosial, praktek dan kegawatdaruratan, tetapi juga kemandirian salah satunya wirausaha. 

"Di PMR itu ada mandiri wirausaha, jadi gak mesti soal kepalang merahan. Karenanya, kami sangat apresiatif dan mensupport apa yang dilakukan PMR ini, " Pungkasnya. (Rd)
Baca Juga:
Posting Komentar
Tutup Iklan