Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Makna Maulid Nabi Sebagai Upaya Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Karawang: Umat Islam di seluruh dunia setiap tahunnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hari kelahiran Rasulullah yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.(30/8/25).
Foto ilustrasi

Lebih dari sekadar perayaan seremonial, momen ini menjadi pengingat penting untuk merenungkan kembali perjuangan dan keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Maulid Nabi bukanlah sekadar perayaan lahirnya seorang tokoh besar, tetapi juga pengingat akan hadirnya sosok mulia yang membawa risalah Islam," ujar Ustaz H. Muhajir, pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa melalui peringatan ini, umat Islam diingatkan akan misi utama Rasulullah: menyempurnakan akhlak manusia, menyebarkan kasih sayang, dan membimbing umat menuju jalan yang diridai Allah SWT.

Dalam program tersebut, Ustaz Muhajir juga menceritakan riwayat-riwayat menarik tentang Nabi Muhammad SAW, bahkan sebelum beliau diciptakan. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa Nabi Adam AS sudah mengetahui tentang keberadaan Nabi Muhammad SAW.

Ketika Nabi Adam berdoa memohon ampun setelah diturunkan ke bumi, beliau memohon dengan menyebut nama Muhammad. "Ya Allah, aku memohon ampunan kepada-Mu dengan hak Muhammad," ucap Adam. Allah pun bertanya, "Wahai Adam, bagaimana engkau mengenal Muhammad padahal Aku belum menciptakannya?"

Adam menjawab, "Aku melihat namanya tertulis di sisi-Mu, di Arsy. Maka aku tahu, ia adalah makhluk yang paling Engkau muliakan."

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita bahwa cinta kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan, tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap dan perbuatan. Dengan meneladani akhlak beliau, umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus menghadirkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads