Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Aliansi BEM SI Batal Demo Lagi Hari Ini, Khawatir “Indonesia (C)emas 2025” Ditunggangi

Jakarta : Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM SI Kerakyatan membatalkan rencana demonstrasi pada Selasa (2/9), dengan alasan khawatir aksi dengan tema “Indonesia (C)emas 2025” akan ditunggangi dan dimanfaatkan oleh kepentingan di luar misi mereka.

Foto : BEM SI

Hal ini disampaikan oleh Pasha Fazillah Afap, Koordinator Media BEM SI Kerakyatan, melalui pesan singkat ia berkata "Tidak ada aksi hari ini,".

Namun saat ditanya kapan demo akan dijadwalkan ulang, aliansi belum memutuskan kapan akan melakukan aksi. "Untuk saat ini kami masih belum menentukan, melihat situasi yang masih belum kondusif terutama di Jakarta," ucap Pasha.

Di sisi lain, Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, dalam keterangan tertulisnya juga memastikan gerakan mahasiswa murni dan tidak ditunggangi kepentingan kelompok tertentu.

"Beberapa aksi tertunda bukan tanpa alasan. Ini merupakan pertimbangan serius, karena kami ingin memastikan gerakan tetap murni, tanpa ditunggangi kepentingan atau kelompok yang tidak bertanggung jawab," kata Muzammil.

Muzammil menambahkan, BEM SI selalu siap berada di barisan depan. Jika kondisi mengharuskan mahasiswa turun ke jalan, pihaknya siap bergerak demi menjaga kedaulatan rakyat.

"BEM Seluruh Indonesia akan selalu hadir di barisan depan, apabila kondisi mengharuskan kami turun ke jalan, maka jawaban kami, kami selalu siap. Tetapi lebih penting kami akan memastikan kedaulatan rakyat adalah hal utama pada saat itu terjadi!" ujar Muzammil.

Sebagai informasi, aksi bertemakan “Indonesia (C)emas 2025” sudah pernah digelar pertama kali pada Senin (28/7/2025) di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi pada bulan September ini merupakan aksi lanjutan jilid II.

Aparat keamanan mulai TNI maupun Polri telah bersiap sejak dini untuk mengantisipasi demo, namun pembatalan ini menandai ketenangan hari ini di pusat Jakarta. Aksi unjuk rasa sebelumnya, yang dilatari oleh isu seperti RUU Perampasan Aset, tunjangan DPR, dan kasus pengemudi ojek online Affan Kurniawan, sempat memicu kerusuhan di sejumlah titik.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads